Yuliati-Warno Kenalkan Batik Khas Pati Hingga Manca Negara

0 49

Yuliati-Warno Kenalkan Batik Khas Pati Hingga Manca Negara

Kabupaten Pati memiliki banyak sentra industri batik, ada Batik Pesantenan di Tambakromo, Batik Motif Kelapa Kopyor di Desa Kenanti Dukuhseti, Batik Qtrank di Trangkil. Di Juwana sudah terkenal Batik Bakaran, selain di Desa Bakaran, batik khas dari Kabupaten Pati juga diproduksi tersebar di desa – desa lainnya. Salah satunya di Desa Langgenharjo RT.07 RW.3, di Desa ini terdapat Wisata Industri Batik milik “Yuliati-Warno”. Yuliati selaku penggagas “Wisata Industri Batik” mengatakan konsep wisata batik ini dibuat agar pelanggan yang datang bisa langsung melihat cara atau proses pembuatan batik tulis tersebut.

Batik miliknya saat ini sudah dipesan ke seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan dan Papua. Dalam satu bulan bisa menjual seribu potong lebih kain batik. Omzet rata – rata yang diperolehnya sekitar dua ratus juta rupiah. Untuk lebih mengenalkan batik khas Pati ini, dirinya mengaku sering mengikuti pameran ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, China dan Vietnam. Pameran tersebut biasanya difasilitasi oleh Pemerintah, baik itu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Industri Batik Yuliati-Warno” ini memproduksi berbagai macam motif, diantaranya adalah: Motif Lamtoro, Motif Bunga Bintang, Motif Kupu Terbang, Motif Kupu Kasmaran, Motif Kuncup Bunga, dan banyak motif lainnya. Dalam proses produksinya Yuliati dibantu oleh 30 orang pekerja, dalam satu hari masing – masing pekerja bisa membuat lima lembar kain batik berukuran dua meter untuk motif sederhana. Sementara untuk motif full color pekerja hanya bisa mengerjakan satu lembar kain saja, karena motifnya yang rumit. Seiring dengan perkembangan industri informasi terutama internet, Yuliati juga memasarkan produk batik tulis buatannya. Batik tulis khas Pati ini dijual mulai harga Rp. 90.000 hingga Rp. 2.000.000 per lembar kain.

Source https://www.patinews.com/ https://www.patinews.com/yuliati-warno-kenalkan-batik-khas-pati-hingga-manca-negara/
Comments
Loading...