Yuke Yuliantaries Bawa Batik Tembus Internasional

0 189

‘Yuke Yuliantaries Bawa Batik Tembus Internasional

Batik Tulis Sumbersari sendiri sejatinya sudah berdiri sejak tahun 1985. Kala itu, tante Yuke, Lilik Soewondo memegang kendali perusahaan. Beranggotakan perempuan-perempuan di karang taruna, lilik memimpin hingga sekitar tahun 1997. Saat krisis moneter menyergap kala itu, aktifitas membatik sempat kolaps. Beberapa orderan yang masih seadanya pun terputus. Tahun 1999, aktivitas membatik dimulai lagi. Pengelolaan memang masih dilakukan oleh Lilik.

 

Namun pelan-pelan, Yuke mulai terlibat di dalamnya. Yuke mulai menawarkan konsep desain dan motif. Penggunaan bahan mulai diatur. Saat memulai kembali usaha batik itu, Yuke telah belajar banyak atas kekurangan-kekurangan yang terjadi di masa lalu. Tumbuh dan besar di lingkungan batik, menjadi bekal baginya untuk membenahi kekurangan-kekurangan itu. Salah satu konsernya adalah bagaimana mengangkat citra batik tulis.

Batik Tulis Sumbersari terletak di Kabupaten Bondowoso. Namun industri batik ini juga memiliki ikatan erat dengan Kabupaten Jember. Sempat terjadi tarik menarik antara kedua daerah untuk menjadikan industri batik ini sebagai binaannya. Namun Yuke memilih untuk sama-sama mengembangkan potensi dua daerah tersebut, melalui motif-motif pada batiknya.

Salah satu motif batik andalan Yuke adalah motif daun ketela. Saat ini, motif ini telah menjadi ikon dari Bondowoso. Diangkatnya motif ketela dalam produksinya ini tak lepas dari kecintaannya terhadap tanah kelahirannya.

Meski memiliki sejarah membatik, namun hampir tak ada catatan terkait pola desain dan motif dari batik asli Bondowoso. Apalagi pada masa lalu, aktivitas membatik di Bondowoso hanya dilakukan oleh perorangan. Belum dalam bentuk industri seperti saat ini. Hal itulah yang membuat catatan akan batik di Bondowoso hampir tak ada.

Motif Daun Ketela, yang saat ini menjadi ikon Bondowoso sebenarnya sudah ada sejak Lilik Soewondo, bibinya membatik. Motif inilah yang kemudian terus dikembangkan sehingga akhirnya menjadi kekhasan Bondowoso. Cukup tepat memang, itu bila dikaitkan dengan daerah ini yang menjadi salah satu penghasil ketela pohon.

Meski kalah bersaing dengan motif-motif lainnya, seperti motif tembakau, Yuke terus konsisten mengembangkan motif ketela. Di pasaran, motif ketela memang tidak selaris motif tembakau. Jika dipersentasekan, penjulaan batik motif ketela ini hanya 10 persen. Jauh di bawah motif tembakau mendominasi penjualan hingga 60 persen. Sisanya adalah motif-motif kontemporer lainnya.

Source http://eko-esbe.blogspot.co.id/ http://eko-esbe.blogspot.co.id/2011/04/yuke-yuliantaries-bawa-batik-tembus.html
Comments
Loading...