Warna Batik Sido Arum

0 311

Warna Batik Sido Arum

Dalam Batik Sido Arum motif-motif yang digunakan yaitu motif-motif flora dan geometris. Motif-motif tersebut kemudian disusun secara repetisi atau berulang memenuhi bidang kain, dimana motif bunga sepatu, motif ukiran dan motif tunas dikomposisikan menjadi satu dan diterapkan di dalam motif wajik atau persegi, dimana bunga sepatu dijadikan sebagai pusat perhatian dalam Batik Sido Arum, sedangkan Motif Bunga Lung diterapkan pada bagian luar wajik atau persegi dan dipakai sebagai motif pengisi. Motif Bunga Sepatu merupakan center of interest dalam Batik Sido Arum ini.

Warna yang diterapkan dalam Batik Sido Arum ini terdiri dari tiga warna yang terdiri dari warna-warna naptol, yaitu warna coklat, warna hitam dan warna putih. Pewarna yang digunakan pada Batik Sido Arum ini adalah pewarna kimia atau sintetis. Warna coklat menggunakan naptol Soga 91 dengan menggunakan bahan pembantu kostik soda yang dilarutkan dengan air panas, sebagai pembangkit warnanya menggunakan garam Scarlet R yang sudah dilarutkan kedalam air dingin. Warna hitam menggunakan naptol AS-BO dengan menggunakan bahan pembantu TRO dan kostik soda yang dilarutkan dengan air panas, sebagai pembangkit warnanya yaitu menggunakan garam Biru B yang sudah dicampur kedalam air dingin, sedangkan warna putih dihasilkan dari warna asli kain yaitu dengan cara di tutup dengan malam atau di blok.

Komposisi warna pada Batik Sido Arum yaitu warna coklat diterapkan sebagai garis pinggir dalam motif atau disebut juga outline dan sebagai garis hias motif seperti halnya dengan Motif Arum Ndalu yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu pada sawut dan cecek yang ada pada motif tunas dan motif ukiran, warna hitam digunakan sebagai background atau warna latar pada motif batik, dan warna putih digunakan sebagai warna pengisi titik-titik atau cecek pada Motif Mahkota Bunga Sepatu.

Source http://eprints.uny.ac.id/16374/1/DEPUTTY%20DEWI.pdf
Comments
Loading...