Pohon Bakau Menjadi Bahan Baku Batik

0 173

Warga Brebes Mengubah Pohon Bakau Menjadi Bahan Baku Batik

Pohon bakau yang biasanya sudah mati hanya bisa dijadikan sebagai bahan baku untuk membuat arang. Namun, warga Brebes berhasil mengubah pohon bakau menjadi bahan baku Batik Mangrove Brebesan. Batik Brebesan juga dikenal dengan nama Batik Salem. Batik ini adalah salah satu kekayaan asal Kabupaten Brebes, yang telah menjadi komoditas ekonomi warga Desa Bentar dan Bentarsari di Kecamatan Salem. Ciri khas Batik Brebesan banyak dipengaruhi oleh Batik Pekalongan dari pola buketannya, Batik Surakarta dan Yogyakarta dari segi pewarnaan, bentuk pola, dan pilihan motif, serta batik Tegal dan Banyumas dari segi pewarnaan soga. Ada keunikan dalam pembuatan batik mangrove brebesan.

“Batik Mangrove adalah terobosan dan inovasi, yaitu menggunakan tinta dari mangrove yang sudah mati. Ini adalah kearifan lokal yang sedang dikembangkan di pesisir utara Kabupaten Brebes,” kata Gatot Sunarto, 50, perajin batik mangrove brebesan di Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Brebes. Hasil batik mangrove tidak secerah batik yang memakai tinta sintetik. Agar warna lebih cerah, perlu dikombinasikan dengan pewarna sintetik.

Saat ini ada 50 perajin Batik Mangrove di Desa Kaliwlingi. Mereka bekerja di sela-sela waktu mengurus keluarga. Dibutuhkan waktu lima hari untuk menghasilkan satu lembar kain batik. Seorang kolektor batik mengatakan, kehadiran batik mangrove menambah khasanah batik Brebes. “Namun, batik mangrove masih perlu dipoles dan disiasati agar tidak terlalu mahal harganya,” kata Lisnaena Lisriyanti. Ketua Pokdarwis Mangrovsari, Rusjan, 60, mengaku, harga memang menjadi kendala pengrajin dan pengelola batik. Proses yang lama dan tinta berbahan alami menjadikan harga Batik mangrove cukup tinggi dibandingkan batik lainnya.

Source Pohon Bakau Menjadi Bahan Baku Batik Batik
Comments
Loading...