infobatik.id

Vivi Batik

0 34

Vivi Batik

Lokasi penelitian yang ke tiga yaitu Vivi Batik. Nama Vivi Batik diambil dari nama anak ke enam yang bernama Vivi. Usaha batik ini merupakan usaha turun temurun, Warji pemilik usaha merupakan generasi ke tiga yang menggeluti usaha dibidang batik dikeluarganya. Vivi Batik terletak di sentra Batik Paoman yaitu di Desa Pabean Udik Blok Anjun RT/RW 03/03 No. 22. Produk yang dihasilkan oleh Vivi Batik yaitu berupa kain panjang (jarik), dengan menggunakan proses pembuatan batik tulis dan batik cap. Banyak kegiatan-kegiatan tentang batik yang diikuti oleh pemilik Vivi Batik ini. Berikut merupakan arsip tertulis, berupa sertifikat kegiatan yang diikuti langsung oleh pemilik usaha, bahkan ada kegiatan yang diwakilkan oleh Dani (istri pemilik usaha batik) dan Sarcan (putra dari pemilik usaha batik).

Kegiatan-kegiatan tentang batik yang diikuti oleh pemilik Vivi Batik ini, memberikan hasil yang positif, yaitu pemilik Vivi Batik lebih memahami lagi secara mendalam tentang proses pembuatan batik tulis maupun batik cap pada proses pembuatan Batik Paoman. Vivi Batik merupakan salah satu home industri di sentra Batik Paoman yang dijadikan sebagai tujuan wisata di Indramayu. Hal ini dikarenakan Vivi Batik merupakan home industri yang memproduksi batik tulis dan batik cap, dan proses pengerjaan dimulai dari merengreng, ngiseni, nerusi, nemboki, dan melorod dilakukan dihome industri ini.

Vivi Batik ini tidak hanya dikunjungi oleh turis dalam negeri saja, bahkan turis luar negeri juga sering berkunjung ke home industri ini. Tujuan utama turis dalam negeri maupun luar negeri mendatangi Vivi Batik, selain untuk menikmati batik tulis dan batik capnya, yaitu ingin melihat langsung proses pembuatan batiknya, bahkan ada yang ingin mempelajari proses pembuatan batik dari awal sampai akhir.

Kegiatan di home industri Vivi Batik setiap harinya meliputi: merengreng, ngiseni, nerusi, nemboki, dan melorod yang dilakukan oleh karyawan Vivi Batik. Sedangkan untuk proses pewarnaannya dilakukan sendiri oleh pemilik usaha. Jumlah karyawan yang bekerja di Vivi Batik berjumlah 20 orang. Sebagian besar karyawan adalah ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai keahlian membatik. Kegiatan membatik ini dipelajarinya sejak kecil, karena tempat tinggalnya berada di kawasan sentra batik Paoman dan mayoritas penduduk daerah setempat memiliki keahlian membatik. Produk yang dihasilkan setiap bulannya mencapai 25 kodi atau 500 kain, dan dari jumlah tersebut bisa bertambah apabila ada pesanan. Apalagi semenjak upaya Pemerintah Daerah yang mewajibkan Pegawai Negeri Sipil menggunakan batik, sehingga pesanan batik di Vivi Batik ini semakin meningkat.

Vivi Batik ini tidak memiliki showroom sebagai tempat memajang produk batiknya, jadi apabila ada konsumen yang ingin melihat hasil produk batiknya pemilik usaha memperlihatkan berupa sempel atau contoh kain batik yang berada di rumah sekaligus sebagai home industry Vivi Batik. Hal ini dikarenakan Vivi Batik biasanya memprioritaskan produksi pesanan dengan jumlah yang besar. Dari sejumlah kain yang dihasilkan biasanya langsung diambil oleh pengkulak (dalam bahasa Indonesia berarti pemborong), selain itu diambil oleh beberapa home industry yang berada di sentra Batik Paoman untuk memenuhi produksinya, dan dikirimkan kekonsumen tetap Vivi Batik yaitu ke Jakarta.

Source http://eprints.uny.ac.id/23080/1/Tity%20Sari%20Handayani%2008207241005.pdf
Comments
Loading...