infobatik.id

Usaha Batik Milik Ibu-Ibu Asal Riau Ini Raih Omzet Rp 300 Juta/Bulan

0 32

Usaha Batik Milik Ibu-Ibu Asal Riau Ini Raih Omzet Rp 300 Juta/Bulan

Batik merupakan salah satu kebudayaan Indonesia yang sudah diakui dunia. Oleh karena itu, sudah sepantasnya sebagai pewaris, kita melestarikannya. Demikian pula yang dilakukan kelompok ibu-ibu asal Riau ini. Pengelola Rumah Batik Andalan yang beranggotakan kaum ibu rumah tangga beralamat di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau mengaku kini sudah mampu menghasilkan omzet Rp 300 juta per bulan untuk produk unggulan Batik Tulis Motif “Gelombang Bono”. “Motif Gelombang Bono telah mendapatkan hak paten, ” kata Ketua Kelompok Usaha Rumah Batik Andalan Siti Nurbaya. Siti dan teman-temannya yang merupakan mitra binaan PT. RAPP sudah menggeluti batik tulis sejak November 2013.

Usaha kerajinan batik tulis yang mengandalkan kaum ibu ini kini berkembang pesat hingga mampu menghasilkan omzet besar dan menambah pendapatan keluarga. Omzet yang didapat dari usaha ini cukup menjanjikan mencapai Rp 300 juta per bulannya. Motif Gelombang Bono yang diciptakan oleh kelompok yang bermukim di Kerinci itu terinspirasi dari fenomenal alam gelombang bono yang ada di daerah Pelalawan. Untuk selembar kain batik tulis motif gombang bono bisa dihargai Rp. 200.000-Rp. 500.000 tergantung bahan dasar kain. Diakuinya memang harga batik tulus produksi Rumah Batik Andalan ini lebih mahal ketimbang produk batik lainnnya karena pengerjaannya masih manual dan tradisional. Rumah Batik Andalan membuat dengan teknik tulis. Hal ini menyebabkan harga Batik Gelombang Bono lebih mahal daripada yang lain di pasaran yang menggunakan teknik printing.

Kaum ibu yang menjadi anggota kelompok Rumah Batik Andalan kini juga mengembangkan motif lainnya seperti akasia, daun eukaliptus, timun suri dan lakuna. Selain kelima motif tersebut, ada koleksi batik tulis lainnya yang telah didaftarkan untuk dimintai hak patennya yaitu daun sawi, daun pakis, pohon sawit, buah sawit dan daun sawit. Terkait pemasarannya, masih Siti menjelaskan batik gelombang bono ini telah menembus pasar internasional diantaranya China, Brazil, Singapura, Malaysia bahkan Afrika Selatan. Pada Riau Expo 2017 kali ini untuk tetap bisa bersaing dan eksis kaum ibu berinovasi tidak hanya menjadikan bahan pakaian, namun aneka batik terutama Motif Gelombang Bono dibuat menjadi scraft, dompet, tas, tempat tisu, dan lain sebagainya.

Source https://www.brilio.net/ https://www.brilio.net/ekonomi/usaha-batik-milik-ibu-ibu-asal-riau-ini-raih-omzet-rp-300-jutabulan-171021d.html
Comments
Loading...