Usaha Batik Bantul Yogyakarta Menggeliat Lagi

0 209

Usaha Batik Bantul Yogyakarta Menggeliat Lagi

Usaha Batik Bantul di daerah Pijenan, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai pulih kembali setelah terpuruk akibat adanya musibah gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006. “Saat ini produksi batik Bantul dan pemasarannya telah normal. Beberapa waktu pascagempa produksi dan pemasaran sempat turun, karena kekurangan tenaga kerja dan sepi pembeli,” kata pengusaha Batik Bantul Dirjo Sugito. Saat ini tenaga kerja baik untuk batik tulis maupun batik cap telah bekerja kembali, dan pembeli baik yang datang langsung maupun yang memesan juga telah kembali normal. Bahkan produk tersebut telah dipasarkan ke Bali dan Jakarta. Pihaknya mampu memproduksi batik Bantul baik jenis cap maupun tulis sekitar 600 lembar per bulan dengan omset penjualan sekitar Rp. 30 juta. Harga produk itu bervariasi tergantung kualitas bahan kain dan ukurannya.

Harga kain batik ukuran dua meter hingga tiga meter berkisar antara Rp. 18.000 hingga Rp. 80.000 per meter. Bahan kain yang digunakan untuk batik `Bantul` antara lain mori, primisima, dorbi, paris dan sutera. Selain kain batik, juga memproduksi busana batik dengan berbagai motif yang dijual seharga Rp. 35.000 sampai Rp. 350.000 per potong. Sementara itu, pengusaha lain Shinta Kartikasari mengatakan Batik `Bantul` mempunyai ciri khas yang berbeda dengan batik Yogyakarta.

Perbedaannya terletak pada pewarnaan, sehingga warna batik Bantul terlihat lebih terang dibanding batik Yogyakarta. Ciri khas ini membuat sejumlah produsen batik yang cukup terkenal seperti Batik Keris dan Margaria membeli kain Batik Bantul di tempat ini. Untuk dapat memproduksi Batik Bantul pihaknya mempekerjakan sekitar 30 tenaga kerja. Mereka dibayar Rp. 1.500 sampai Rp. 3.000 per meter untuk batik cap, sedangkan untuk batik tulis Rp. 15.000 hingga Rp. 40.000 per meter. Tenaga kerja untuk batik cap memang dibayar lebih murah dibanding batik tulis. Pengerjaan batik cap lebih mudah dan lebih cepat, sedangkan batik tulis lebih rumit dan lebih lama.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/uang/usaha-batik-bantul-yogyakarta-menggeliat-lagi-odwyjzr.html http://www.fimela.com/article-tags/festival-fashion-kain-indonesia/
Comments
Loading...