Universitas Ciputra Siapkan Kampung Wisata Batik Banyuwangi

0 139

Universitas Ciputra Siapkan Kampung Wisata Batik Banyuwangi

Keberadaan Kampoeng Batik Laweyan hingga Kampoeng Batik Kauman di Kota Solo menginspirasi Universitas Ciputra (UC) Surabaya untuk mengembangkan kampung wisata batik yang ada di Banyuwangi. Studi kelayakan akan langsung dilakukan mulai tahun ini. Tahapannya, dalam lima bulan ke depan, UC Surabaya akan membuat konsep Kampung Wisata Batik di Banyuwangi, setelah itu, persiapan lahan selama tujuh bulan.

Inilah yang oleh Menpar Arief Yahya sering disebut sebagai Pentahelix, gabungan lima unsur yang harus bersatu dan bergerak bersama-sama. Yakni Akademisi, Business, Community, Government, dan Media. “Kelima unsur ini bersatu, dam memiliki visi Pariwisata, maka saya jamin sector ini akan semakin kuat mengakar dan bisa diandalkan,” ungkap Arief  Yahya.

Inisiatif Universitas Ciputra untuk membuat Kampung Batik di Banyuwangi itu, adalah contoh konkret. Gagasan besarnya bisa darimana saja. Tapi kali ini ada inspirasi dari akademisi (A), untuk membuat ekosistem Pariwisata di Banyuwangi semakin hidup. Selanjutnya, prinsip yang harus dipegang adalah Business Lead, Government Support. Dosen Universitas Ciputra, Juliuska Sahertian dan Kepala Laboratorium Fashion Department, Fabio Ricardo Toreh, mengaku telah bertemu dengan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Dan hal ini, langsung mendapat respon positif.

Kampung Wisata Batik ini akan menjadi pusat pembelajaran, pengembangan, dan pemasaran batik. Kampung wisata Batik di Banyuwangi nantinya akan menjadi etalase semua jenis batik ramah lingkungan yang ada di Indonesia. Lengkap dengan ceritanya.

Banyuwangi dipilih lantaran mempunyai perkembangan batik yang signifikan. Industri kreatif berbasis fashion di Banyuwangi, dinilai sangat pas untuk dipadukan dengan pengembangan pariwisata. Apalagi, Banyuwangi juga mempunyai infrastruktur transportasi yang lengkap. Dari darat, laut, maupun udara, semua ada di sana. Belum lagi, keuntungan letak geografis yang dekat dengan Bali sebagai jantung utama pariwisata Indonesia.

Kawasan Kampung Wisata Batik Banyuwangi itu nantinya mengambil lansekap salah satu motif batik setempat. Di dalamnya akan dilengkapi 13 rumah tradisional dari berbagai provinsi di Indonesia yang merupakan penghasil batik. Selain itu, ada fasilitas penunjang seperti cottages (mini hotel), food and beverage stalls, taman bunga, kolam ikan, wahana permainan alam, jalur berkuda, dan infrastruktur penunjang pariwisata lainnya.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas langsung merespons positif gagasan hadirnya Kampung Wisata Batik Banyuwangi, dinilai bisa mendorong tumbuhnya industri batik dan pariwisata di kabupaten berjuluk Sunrise of Java itu.

Pengembangan industri batik di Banyuwangi, menurut Anas, akan tetap menempatkan UMKM lokal sebagai pilar utama. Jadi siapapun yang ingin mengembangkan batik Banyuwangi harus melalui pendekatan pembukaan lapangan pekerjaan dan transfer knowledge ke UMKM lokal.

Source Universitas Ciputra Siapkan Kampung Wisata Batik Banyuwangi Batik
Comments
Loading...