Uniknya Kerajinan Sandal dan Sepatu Batik

0 13

Uniknya Kerajinan Sandal dan Sepatu Batik

Agnes sengaja memilih batik sebagai material utama produknya. Agnes ingin batik dipakai dan dihargai kaum muda. Melalui produknya, ia berharap batik bisa menjadi bagian keseharian kaum muda. Dia berharap kaum muda bisa mencintai batik.

Langkahnya dimulai dengan membuat jaket batik. Meski bertentangan dengan selera pasar, jaket yang cara pemasarannya hanya dipamerkan kepada kawan-kawan di kampus itu mendapat respons positif. Banyak temannya yang kemudian memesan jaket dengan capuchon dan kedua sisinya bisa dipakai bergantian itu.

Tes pasar ini dinilai Agnes cukup berhasil. Dia melihat ada peluang untuk mengkampanyekan batik kepada kaum muda. Otaknya kembali berputar saat melihat limbah kain batik pembuatan jaket yang relatif banyak. Tak ingin limbah itu terbuang sia-sia, Agnes menyulapnya menjadi sepatu dan sandal batik.

Dengan modal batik, penjahit andal, dan ilmu di bangku kuliah. Agnes mulai memproduksi sepatu dan sandal batik. Ia menciptakan desain sepatu dan sandal sesuai model yang sedang in agar produknya digemari anak muda.

Apabila saat itu sandal-sepatu Gladiator sedang musim, Kulkith tak ketinggalan. Jika sedang musim sandal dan sepatu flat, Agnes juga membuat model serupa, termasuk sepatu boot ala Dr Marten. Inilah tantangan terbesar Agnes. Kreativitasnya diuji. Bagaimana dia bisa menciptakan desain unik dengan corak batik yang sesuai sehingga pas dengan selera anak muda.

Dia kerap memadukan corak batik dengan kulit sintetis. Untuk bahan, Agnes relatif tak kesulitan mendapatkannya. Di sejumlah pasar kain di Bandung, ia bisa mendapatkan kain batik yang dibutuhkan. Setiap kali dia berkesempatan pergi ke luar kota, Agnes bakal menyempatkan diri berburu kain batik setempat.

Kesuksesan Kulkith dengan Agnes sebagai motor utamanya barangkali tidak akan tercapai bila tak ada situs jejaring sosial Facebook (FB). Saat semua orang berlomba-lomba memanfaatkan FB untuk bersosialisasi di dunia maya, dia tak mau ketinggalan. Agnes menjadikan FB sebagai media pemasaran online.

Cara lain yang dia tempuh adalah dengan mensponsori blogger yang dikenal luas di dunia maya sebagai fashion blogger. Karena blogger itu mengapresiasi produknya dan memberi ulasan positif, jadilah penjualan sepatunya meroket.

Pembelinya tak hanya di dalam negeri. Jangkauan Kulkith sudah melebar hingga Malaysia dan Belanda. Tahun 2009 Agnes mengirim 5 lusin sepatu ke Belanda. Omzet usahanya sekitar Rp 50 juta per bulan. Sukses dengan toko online-nya, Agnes lalu merintis offline store di Bandung serta merekrut saudara dan teman-teman untuk membesarkan usahanya. Dia juga berencana membuka toko di Bali. Setelah lulus, Agnes semakin mantap membesarkan usahanya itu.

Source https://tekno.kompas.com/ https://tekno.kompas.com/read/2010/09/14/11512863/sandal.dan.sepatu.batik.yang.unik
Comments
Loading...