Uniknya Batik Garut dengan Motif dan Warna yang Menyala

0 72

Uniknya Batik Garut dengan Motif dan Warna yang Menyala

Batik Garut memiliki motif dan warna yang unik berbeda dengan Batik Pekalongan, Solo. Motif Batik Garut banyak diinspirasi dari khas daerahnya baik fauna maupun flora. Tetapi, adapula yang dipengaruhi oleh motif batik daerah Solo dan Yogya, yakni motif Lereng atau Parang.

Dilihat dari segi warna, Batik Garut memilih warna gumading atau warna putih kekuning-kuningan menjadi warna khas latar Batik Garut. Selain warna tersebut warna-warna latar lain pun jadi latar Batik Garut, diantaranya warna biru tua dan merah tua. Warna kuning Gumading Garut lebih cerah jika dibandingkan dengan warna kuning Gumading Cirebon.

Batik yang berasal dari Garut, sering disebut juga Batik “Garutan”, mempunyai motif dan corak “ngejreng” (menyala atau cerah) serta eksotis dengan kombinasi atau perpaduan berbagai warna yang berani, merupakan motif dan corak pesisiran (tepi pantai), seperti halnya, Batik Pekalongan, Batik Cirebon, Batik Lasem dan Batik Madura.

Sejarah Batik Garut berasal dari warisan karuhun, yang berlangsung secara turun temurun, dan telah berkembang cukup lama sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Hingga pada tahun 1945 Batik Garut semakin populer dengan sebutan Batik Tulis Garutan, yang mengalami masa kejayaan antara tahun 1967 – 1985.

Karena keterbatasan bahan, dan modal serta lemahnya startergi pemasaran yang diterapkan, maka para penerus generasi dari Batik Garut mulai mengalami penurunan. Karena adanya persaingan yang cukup hebat dari produsen batik lain yang menggunakan teknik lebih modern seperti mesin printing dalam pembuatannya.

Beberapa Motif khas garut diantaranya : Merak Ngibing, Limar Eneng Segi Dodol, Kembang dan Kalajengking, Lereng Kecil, Parang, Rotan Matahari, Domba Garut. Motif Domba Garut ini salah satu motif khas, berhubung Garut terkenal akan domba Garutnya.

Source Uniknya Batik Garut dengan Motif dan Warna yang Menyala Batik
Comments
Loading...