Tya Ariestya, Bisnis Fesyen Batik Bernuansa Anak Muda

0 78

Kecintaannya terhadap batik, menginspirasi Tya untuk mengembangkan bisnis fesyen dengan bahan baku kain batik. Tidak tanggung-tanggung, Tya pun turut mendesain baju-bajunya itu. “Aku punya brand sendiri, jadi ingin mendesain sendiri. Selain itu aku juga ingin pakai batik dengan caraku sendiri, model-model yang cocok buat anak muda,” jelasnya.
    
Tya memperkenalkan secara perdana baju-baju batik hasil rancangan Etmole dalam sebuah bazar di Kemang. Ternyata baju batik desainnya mendapatkan sambutan positif dari para pembeli. “Aku bawa 50 model dikali selusin, Alhamdulillah semuanya habis,” cerita pemilik nama lengkap Ariestya Noormita Azhar.

Untuk saat ini, baju-baju batik milik Tya masih belum dijual di outlet atau toko-toko tertentu, tetapi bisa ditemukan di sejumlah bazar. Tujuan Tya mengikutsertakan produk bajunya melalui bazar, untuk mengenalkan terlebih dahulu Etmole kepada masyarakat. “Aku mau lihat apakah baju-baju batik ku bakal diterima di pasaran,”ungkap Tya. Hal tersebut menurutnya adalah salah satu strategi pemasaran. “Aku rasa, awalnya memang harus berkeliling dari satu bazar ke bazar lainnya, supaya orang tahu kalau aku jualan batik,” imbuhnya.

Meski demikian, Tya tetap berencana membuat satu toko khusus yang menjual produk Etmole. “Rencana untuk membuka toko memang sudah ada, tapi lihat pasaran dulu, a. Selain itu, aku juga ingin melebarkan sayap ke daerah-daerah,” ungkap  mantan presenter acara musik Mantap ini kepada Jitunews. Tya menegaskan dirinya serius ingin mengembangkan usahanya.  

Tya tidak mematok harga terlalu mahal untuk produk batiknya. Harga jual antara Rp 100 ribu–Rp 200 ribu per potong. Menurut Tya untuk sebuah batik tulis asli harga tersebut tidak mahal. Apalagi desainnya tidak pasaran karena dibuat sendiri oleh Tya. Ia menambahkan modelnya pun sederhana sehingga bisa dipadupadankan dengan busana lainnya. “Itulah keunggulan batik Etmole,” kata Tya berpromosi. Target pasar batik Etmole menyasar anak-anak muda. Tya mengaku rancangan kebanggaannya adalah baju batik berlengan lebar dan dimodifikasi seperti kimono. 

Meski begitu banyak beredar produk batik di pasaran, Tya tidak ciut hati. Dara yang pernah berakting dalam sitkom Orang Kaya Baru (OKB) ini melihat tiap produk mempunyai karakter masing-masing dan itu yang bakal menjadi daya tarik bagi pembelinya. “Sekarang desain baju batikku yang paling diminati adalah baju batik dengan model seperti baju kimono,” ungkapnya.

Ke depan, Tya sudah mempersiapkan berbagai macam desain yang dibuatnya sendiri, serta sudah melobi para pengrajin batik tulis di Pekalongan. “Untuk penjahitnya aku memakai home industry yang ada di daerah Slipi, anggap saja sekalian membantu orang lain juga,” jelasnya. 

Tya berpendapat terjun ke dunia usaha sejak dini sangat penting. Karena menurutnya artis tidak akan selamanya bergelut di dunia hiburan. Maka dari itu, ia berusaha merintis usaha batik sebagai pengisi waktu saat tidak produktif di dunia entertainment. Di samping itu Tya rajin membaca buku-buku tentang bisnis sebagai pondasi awal terjun ke dunia usaha.

“Aku punya banyak teman yang mau diajak sharing mengenai dunia bisnis dan tidak pelit membagi kiat-kiat bisnis,” ujarnya. Tya berencana pula untuk mengembangkan bisnis baru dalam bidang waralaba makanan. Saat ini masih dalam tahap mencari peluang waralaba yang bagus.

Source https://www.jitunews.com https://www.jitunews.com/read/19528/artis-tya-ariestya-bisnis-fesyen-batik-bernuansa-anak-muda
Comments
Loading...