Tradisi Leluhur Yang Tergambar Melalui Batik

0 15

Tradisi Leluhur Yang Tergambar Melalui Batik

Di tengah kemajuan zaman semakin pesat, tidak mengalahkan kain atau pakaian batik, dengan keunikan tersendiri, serta kekhasannya, menjadikan batik mampu bertahan hingga saat sekarang. Industri kerajinan batik di Indonesia sudah terbukti selam ratusan tahun dapat memberikan penghidupan ekonomi bagi para penggiatnya.

Apalagi perkembangan dan apresiasi kerajinan batik tidak hanya diakui oleh masyarakat di tanah air, namun masyarakat dunia pun mengakui bahwa batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia.

Batik Mandi Safar, sebuah nama yang cukup unik. Asalnya dari Kabupaten Tanjab Timur. Motif batik ini, motif batik yang diangkat dengan latar belakang sejarah dan budaya turun-temurun masyarakat Tanjab Timur.

Beberapa hari belakangan, warga Kota Jambi bisa melihat batik ini di stand Pemkab Tanjab Timur, pada Festival Batanghari 2018. Jambi Independent pun mencoba untuk menggali tentang batik ini, Senin (24/9), melalui salah satu staf di stand tersebut.

Coraknya, dengan motif manara, dan diapit dengan dua payung. Dan itu lah lambang mandi safar yang dilakukan masyarakat Tanjung Jabung Timur setiap tahunhya pada bulan safar, di Desa Air Hitam Laut di Pantai Babussalam.

Motif yang unik ini, rupanya menarik minat warga untuk memilikinya. Sejak dibuka Sabtu (22/9) lalu, stand ini ramai didatangi warga, untuk membelinya.

Menurut masyarakat Tanjab Timur, Mandi Safar merupakan sebuah ritual untuk meminta kepada sang kuasa, agar terhindar dari bahaya penyakit dan mensucikan diri dari dosa dengan menceburkan diri ke laut.

Liza Yuliani, staf Disparbudpora Tanjab Timur menjelaskan, bawha motif batik mandi safar ini sudah dipatenkan oleh Pemkab Tanjab Timur, dan sudah dipamerakan diajang Nasional, serta mendapat sambutan sangat baik. “Tercetusnya ini karena latar belakang sejarah dan budaya masyarakat Tanjab Timur,” ujarnya sambil menunjukkan Batik Mandi Safar.

Secara rinci dirinya menceritakan, dalam prosesnya sendiri, Mandi Safar menggunakan sebuah menara yang diarak ke tengah lautan. Kemudian para sesepuh dan alim ulama, akan memberikan rajah atau doa terhadap daun sawang yang nantinya akan disisipkan ke kepala atau pinggang masyarakat sebelum menceburkan diri ke lautan sebagai ritual mensucikan diri.

Berlandaskan tradisi dan budaya leluhur yang turun-temurun itulah sehingga Pemkab Tanjab Timur dan penggiat batik mencetuskan motif batik mandi safar dengan corak menara dan payung serta daun sawang sebagai batik Tanjab Timur yang telah dipatenkan pada tahun 2012.

Batik Mandi Safar ini, senilai Rp 150,000 perpotong dengan ukuran 1,5 meter kali 2 meter. “Untuk harganya berkisar Rp 150 ribu mas,” tutup Liza.

Source http://www.jambi-independent.co.id http://www.jambi-independent.co.id/read/2018/09/25/29633/tradisi-leluhur-yang-tergambar-melalui-batik/
Comments
Loading...