Tokoh Awal dan Penemu Batik Nasional Indonesia

0 207

Tokoh Awal dan Penemu Batik Nasional Indonesia

Kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya Suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.

K.R.T. Hardjonagoro – Go Tik Swan (umumnya dikenal dengna nama K.R.T. Hardjonagoro; lahir pada 11 Mei 1931) adalah seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang menetap di Surakarta. Ia dilahirkan sebagai putera sulung keluarga Tionghoa di Kota Solo (Surakarta). Karena kedua orangtuanya sibuk dengan usaha mereka, Tik Swan diasuh oleh kakeknya dari pihak ibu, Tjan Khay Sing, seorang pengusaha batik di Solo. Ia mempunyai empat tempat pembatikan: dua di Kratonan, satu di Ngapenan, dan satu lagi di Kestalan, dengan karyawan sekitar 1.000 orang.

Sejak kecil Tik Swan biasa bermain diantara para tukang cap, dengan anak-anak yang membersihkan malam dari kain, dan mencucinya, mereka yang membutuhkan warna cokelat dari kulit pohon soga, dan orang-orang yang lemulisi kain dengan canting. Ia juga senang mendengarkan mereka menembang dan mendongeng tentang Dewi Sri dan berbagai cerita tradisional Jawa. Dari mereka ia belajar mengenal mocopat, pedalangan, gending, hanacaraka, dan tarian Jawa.

Tik Swan dikirim bersekolah di Neutrale Europesche Lagere School bersama warga kraton, anak-anak ningrat, anak-anak pemuka masyarakat, dan akan-akan pembesar Belanda. Ini disebabkan karena kedua orangtuanya adalah keturunan pemuka masyarakat Tionghoa pada saat itu. Ayahnya adalah cucu dari Luitenant der Chinezen di Boyolali sedangkan ibunya cucu Luitenant der Chinezen dari Surakarta. Tidak jauh dari rumah kakekknya, tinggalah Pangeran Hamidjojo, putera Paku Buwono X, seorang indolog lulusan Universitas Leiden dan juga penari Jawa Klasik. Di rumah sang pangeran selalu diadakan latihan tari yang sejak awal sudah mempesona Tik Swan. Sementara itu Pangeran Prabuwinoto membangkitkan minat Go Tik Swan pada karawitan Jawa.

Source http://bajubatikdanendrabaswara.blogspot.com/ http://bajubatikdanendrabaswara.blogspot.com/2017/03/tokohawalpenemubatiknasional.html
Comments
Loading...