Tina Andrean Embuskan Napas Baru untuk Batik Tulis

0 53

Tina Andrean Embuskan Napas Baru untuk Batik Tulis

Selembar kain batik tulis tak akan pernah bisa digantikan dengan apapun. Di balik terciptanya kain tersebut, ada keringat dan napas para pembuat batik terselip di sana. Menempel hingga membangun jiwa dalam seutas kain.

Filosofi mendalam itu yang kemudian dilihat desainer Tina Andrean. Dia merasa setiap kain batik tulis yang dia dapatkan memiliki jiwanya masing-masing. Tidak bisa satu kain dibuat ulang sama percis si pengrajin, sekali pun tangan, teknik, bahan, atau warna yang dipakai sama. Pasti ada rasa yang berbeda.

Menurut Tina, dirinya selalu punya cerita khas saat pembuatan 30 koleksi Heritage Culture yang baru saja diperagakan di Grand Ballroom 1 The Sultan Hotel and Residence Jakarta.

“Saya saat menerima kain batik yang akan dibuat jadi koleksi pakaian, itu saya lihat satu-satu dan setiap kain yang saya lihat, mereka seperti manggil-manggil saya. Memberi tahu saya kalau kain tersebut bagus dan bisa dibentuk menjadi sebuah pakaian,” katanya saat diwawancarai.

Ya, dalam pembuatan koleksi batik kali ini, Tina menjelaskan kalau dirinya membutuhkan waktu kurang lebih 3,5 bulan sampai akhirnya tersaji di depan tamu undangan. Pada proses keeatifnya, desainer yang sudah cukup terkenal dalam wedding dress itu mengaku sempat mengalami kendala. Masalah teknis.

“Aku baru ngerasain sensasi ini. Jadi, saat kain ada di tangan aku, itu kain harus aku pakaikan dulu di manekin baru ketahuan pola apa yang paling pas untuk dibuat. Beda banget kalau aku liat kain baju pengantin. Sekali liat aku sudah bisa bayangin gimana pola dan warna yang pas,” tambahnya.

Untuk koleksi kali ini, Tina menampilkan 5 sequence; cocktail dress, evening dress, Sumba klasik, long jacket, dan Kebaya Kartini. Semua sequence ini membentuk benang merah di mana keindahan batik dan kain Sumba sangat bisa terlihat. Hal yang menarik bisa dilihat di koleksi Kebaya Kartini.

Di sana Tina coba memberi sentuhan modern dalam pembuatan koleksi. Itu bisa dilihat dari panjang koleksi kebaya yang tidak seperti biasanya. Anda mungkin tahu kalau kebaya biasanya memiliki panjang tidak lebih dari pinggang perempuan dewasa. Tapi, di tangan Tina hal itu dia ubah menjadi loose yang lebih simple tapi tetap elegan.

“Ide ini terbilang unik, tapi saya tetap mengedepankan esensi dari kebaya itu sendiri dan itu bisa dilihat dari kerah, bentuk pinggang, dan juga bahan yang digunakan, meski di sini saya pakai bahan silk tapi tetap ada unsur esensi utama dari kebaya tersebut,” paparnya.

Tina menambahkan, kebaya dan batik adalah sesuatu yang mesti dirawat bangsa Indonesia. Item fashion tersebut adalah warisan nenek moyang yang tak bisa tergantikan dengan hal apa pun. “Dengan mengembangkan apa yang sudah dimiliki dan memberi sentuhan modern, batik mau pun kebaya tidak akan dicap pakaian kuno dan karena itu, mereka bisa dikenal dunia juga,” tambah Tina.
Source https://lifestyle.okezone.com https://lifestyle.okezone.com/read/2019/04/23/194/2047133/tina-andrean-embuskan-napas-baru-untuk-batik-tulis?page=2
Comments
Loading...