Tiga Perupa Magelang Kembangkan Batik ‘Fine Arts’

0 46

Tiga Perupa Magelang Kembangkan Batik ‘Fine Arts’

Ada sebanyak tiga perupa Kota Magelang yang tergabung dalam sebuah kelompok Magelang Art Portpauri yang mengembangkan kreasi budaya Batik Model “Fine Arts” untuk dapat memperkaya produk batik yang selama ini didominasi motif ikon daerah. “Kami bertiga ini sejak setahun terakhir membuat batik model ‘fine arts’ untuk melepaskan diri dari umumnya pebatik yang didorong mengembangkam motif ikon daerah. Harapan kami, karya kami memperkaya motif batik,” kata seorang seniman kelompok MAP Kota Magelang Wahudi.

Mereka yang juga seniman lukis di Kota Magelang itu, menyebut “branding” karya batik masing-masing sebagai “Gajah Barong” (Wahudi), “Nogo Koprol” (Untung Nugroho), dan “Batik Rajah” (Kaji Habib). “Branding”-nya bernama Gajah Barong mengambarkan tentang kemanusiaan, sedangkan Nogo Koprol menggambarkan suatu makhluk, dan Batik Rajah berupa ungkapan doa atau pesan spiritual. Dalam setiap karya batik, hanya membuat satu dengan ‘branding’ masing-masing. Oleh karena itu kami tidak menyebut sebagai produk kerajinan, tetapi sebagai karya batik karena kami tidak membuat dalam jumlah yang massal. Hanya satu karya dan tidak mengulang karya. Umumnya hasilnya berupa karya kontemporer.

Hingga saat ini, Wahudi dan Untung, masing-masing telah menghasilkan sekitar 10 karya Batik “Fine Art”, sedangkan Kaji Habib sekitar 20 karya dengan berbagai judul. Harga karya mereka, bervariasi antara Rp. 500.000 hingga Rp. 1,5 juta per lembar. Sejumlah karya mereka telah menjadi koleksi sejumlah orang, baik lokal maupun sejumlah kota besar seperti di Jakarta dan Bali. Beberapa karya batik mereka juga sudah menjadi koleksi sejumlah orang di luar negeri, seperti Jerman dan Filandia. Karya Batik “Fine Arts” bisa digunakan untuk berbagai hal, seperti bahan pakaian maupun aksesoris ruangan.

Pemasaran karya batik “fine arts” yang dibuat sebagaimana spirit ketika melukis itu, katanya, selain melalui keikutsertaan dalam pameran, juga lewat media sosial dan jejaring dengan berbagai kalangan di beberapa kota besar. Karya Batik “Fine Arts” mampu menarik minat masyarakat untuk secara khusus memilikinya karena dibuat tidak lebih dari satu karya ataupun secara massal.

Source http://www.republika.co.id/ http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/05/30/np5sdt-tiga-perupa-magelang-kembangkan-batik-fine-arts
Comments
Loading...