Tiga Motif Batik Di Tasikmalaya

0 36

Tiga Motif Batik Di Tasikmalaya

Batik Priangan adalah batik yang ada di daerah priangan. Kata “Priangan” berasal dari kata “Parahyangan” yang berarti “warga kahyangan” atau “tempat para dewa”. Dengan demikian Priangan memiliki arti simbolis, yakni tempat tinggal para dewa.

Jawa Barat dengan pesona panoramanya membuat banyak orang tersipu akan keindahan kota, suasana maupun kearifan masyarakat Sunda. Priangan yang merujuk pada bumi Jawa Barat hingga kini terus dipakai sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Sunda.

Tasikmalaya merupakan salah satu kota/kabupaten penghasil batik dari daerah Priangan. Kota yang dijuluki sebagai “Kota Santri” ini ternyata tidak hanya menyimpan potensi benda-benda kerajinan dan kain bordir saja. Kota ini juga menghasilkan batik dengan motif yang unik dan berbeda dengan batik khas dari daerah lain.

Sentra batik di Tasikmalaya tersebar di Desa Sukapura (Kecamatan Sukaraja), Kecamatan Indihiang, dan Kecamatan Cipedes. Batik Tasikmalaya yang merupakan bagian dari batik Priangan. Secara umum menampilkan warna-warna dan motif yang menunjukkan semangat kesederhanaan, apa adanya, terbuka dan komunikatif serta pluralis dengan kesan cantik-molek, bahkan sedikit genit yang selaras dengan citra umum orang sunda.

Secara umum, batik Tasikmalaya terdiri atas tiga karakter utama, yaitu batik Sukapura (Sukaraja) yang secara sepintas menyerupai batik Madura dengan motif yang berirama kontras, baik dalam hal ukuran motif maupun tata warnanya. Ciri khas lain dari batik Sukapura ini adalah warna-warna tanah yang digunakan.

Kedua, batik sawoan yang didominasi warna cokelat seperti warna buah sawo, ditambah warna indigo dan cecak-cecak berwarna putih. Ketiga, batik Tasik (Tasikan) yang memiliki komposisi warna yang lebih cerah dan kaya.

Dalam ornamen nusantara, merak termasuk kedalam bangsa burung atau unggas yang mewakili dunia atas, dunia roh dan dewa. Selain itu, merak juga melambangkan kesucian dan kebahagiaan. Sedangkan untuk motif Merak Ngibing sendiri mengandung makna keindahan dan kepatutan. Namun ada juga yang menyebutkan Merak Ngibing sebagai ekspresi kebahagian dan luapan kegembiraan masyarakat sunda yang divisualisasikan dalam gambar/motif merak yang sedang menari .

Source http://nengnov-novianti.blogspot.co.id/ http://nengnov-novianti.blogspot.co.id/2012/06/batik-tasik.html
Comments
Loading...