The Batik Lady

0 23

The Batik Lady

Sally Giovanny memulai bisnis batiknya dengan modal dari amplop pemberian tamu saat pernikahan dengan suami tercinta Ibnu Riyanto tahun 2006.

Waktu itu mereka nikah muda pada 17 tahun. Dengan ”modal amplop nikah” tersebut mereka memulai usaha dengan menjadi penyuplai kain mori, bahan baku batik. ”Uang yang terkumpul sekitar Rp17 juta, itulah modal awal saya,” ujar Mbak Sally. Awalnya memang tertatih-tatih karena memang saat itu batik adalah komoditas kelas kambing, belum semencorong sekarang.

Dua tahun pertama adalah masa-masa yang berat bagi pasangan muda ini dalam merintis bisnis. Namun seiring dengan booming batik di Tanah Air setelah karya budaya ini ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia, bisnis Mbak Sally pelan tapi pasti mulai mencorong. Doa tiap malam dan kerja keras banting tulang dari pasangan muda ini kemudian membuahkan hasil.

Dengan mengusung identitas batik Trusmi yang menjadi warisan budaya khas Cirebon, kini bisnis batik Mbak Sally melesat bak meteor. Kini ia memiliki Pusat Grosir Batik Trusmi yang merupakan ruang pamer batik terbesar di Tanah Air dengan luas mencapai 1,5 hektare. Pada 2013 Mbak Sally bahkan mendapatkan rekor MURI sebagai pusat grosir batik terbesar di Tanah Air.

Mbak Sally juga memperluas gerainya hingga ke kotakota besar lain seperti Jakarta, Medan, Surabaya. Bahkan batik Mbak Sally telah menembus pasar global. ”Kami sudah ekspor batik Trusmi ke New York, Australia, dan Hongaria,” ujarnya.

Source https://ekbis.sindonews.com https://ekbis.sindonews.com/read/982647/150/the-batik-lady-1427599167
Comments
Loading...