Tenun Ikat Ende Lio Flores

0 817

Tenun Ikat Ende Lio

Ende adalah salah satu kabupaten di daratan Flores, yang terletak di tengah pulau Flores. Berbatasan dengan Kabupten Sikka di Timur dan Kabupaten Ngada di Barat, sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Sawu dan sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Sawu.

Kebiasaan mengerjakan tenun di Ende tidak merata, karena sebagian besar orang Lio dilarang adat untuk menenun. Hanya dua suku yang diperbolehkan bertenun yaitu suku Mbuli dan suku Nggela. Kedua suku inilah yang bertugas untuk menghasilkan tenunan semua suku di Lio. Sebaliknya, suku di Ende di perbolehkan menenun, namun sebagian penduduknya tidak dibiasakan menenun sehingga tenunan suku Ende lebih terpusat pada tenunan Ende Ndona. Sebutan tenunan Ende dan tenunan Lio itu sebenarnya hanyalah sebuah generalisasi karena tenunannya dapat dipersempit menjadi tenunan Mbuli Nggela dan Ende Ndona.

Tenunan pria Ende dan Lio biasanya berwarna dasar hitam atau biru kehitaman, mempunyai jalur-jalur yang jelas sepanjang lungsin yang sejalan dengan jalurnya mendatar yang biasa disebut Ragi Sura Mbao. Tenunan kedua setelah dijahit, jalur-jalurnya lurus dari atas kebawah disebut Ragi Surang Ndari. Jadi jalur-jalur untuk kain tenun pria Ende dan Lio ada yang membujur dan ada yang melintang.

Motif untuk tenunan wanita Ende dan Lio adalah Motif Flora dan Fauna. Seperti kuda, daun, burung, lalat atau sayap lalat. Sedangkan untuk motif kain dan selendang didominasi oleh motif bunga yang diselingi garis hitam kecil diantara motif-motifnya. Kelengkapan/perhiasan pakaian adat Ende yang digunakan dalam upacara/pesta adalah Luka samba dan Lesu. Luka samba adalah selendang, sedangkan Luka Lesu adalah destar. Luka samba dikenakan di bahu sedangkan destar di kepala. Keduanya berwarna merah tua dan coklat.

Source Tenun Ikat Ende Flores Tenun Hits
Comments
Loading...