Tenny Hasyanti : Sukses Populerkan Batik Sukabumi

0 263

Tenny Hasyanti : Sukses Populerkan Batik Sukabumi

Kecintaannya pada seni batik membawa Tenny meraih penghargaan sejak muda. Tahun 1991, ia sudah memenangi Lomba Desain Batu Aji, batu asal Sukabumi, pada acara yang dihelat Dekranas, juga memenangi Lomba Desain Aksesoris LPM tahun 1992, Lomba Desain Heart Collection World Gold Council tahun 1994. Dari kemenangannya di berbagai kompetisi tersebut, Tenny pun jadi semakin tertantang untuk terus membuat inovasi. Dengan prestasi yang dimilikinya, akhirnya ia dipinang salah satu perusahaan desain perhiasan emas besar di Jakarta. Sejak saat itu, Tenny pun serius belajar mendesain perhiasan dan menjadi desainer perhiasan, sambil tetap terus mengikuti kompetisi. Sayangnya, saat krisis moneter tahun 1998 ia harus keluar dari perusahaan tersebut, dan memulai berwiraswasta.

Setelah beberapa tahun memberikan pelatihan, Tenny semakin merasa tertantang, karena banyak dari mereka yang sudah mahir mencanting butuh pekerjaan. Akhirnya, dengan modal nekat, tahun 2007 Tenny mulai menekuninya menjadi usaha. Tenny, yang mendapat dukungan dari Rumah Inspirasi Ingrid Kansil, pun mendapatkan order pertama. Selanjutnya order terus berdatangan. Pameran pun juga selalu ia ikuti agar semakin banyak yang kenal batik Sukabumi.

Budayawan Sukabumi pun akhirnya turut membantu memberikan ide dan inspirasi filosofis kota Sukabumi untuk batiknya. Motif-motif batik Sukabumni akhirnya semakin berkembang, dari hanya 4 motif kini sudah lebih dari 20 motif. Tahun 2008, Tenny me-launching batik Sukabumi didampingi Kadis Perindagkop, juga walikota Sukabumi saat itu, H. Mokh. Muslikh Abdussyukur. Menurut Tenny, respons yang diterima cukup baik, produksinya pun makin meningkat. Kini ia memiliki 40 karyawan, termasuk 10 tenaga kerja tuna rungu. Sukabumi pun akhirnya mempunyai alternatif oleh-oleh berupa batik yang bisa dibanggakan.

Batik Sukabumi miliknya pun langsung meroket. Pesanan terus bertambah, bila yang tadinya 100 helai kain setiap bulan, bisa menjadi lebih. Selain itu, workshop-nya juga menjadi tempat agenda kunjungan daerah seperti studi banding. Apa yang Tenny lakukan, meskipun kecil, ternyata bermakna. Meski ada kendala, Tenny mengaku tak gampang menyerah. Ia sadar, dalam bisnis pasti ada pasang surut. Berjalannya waktu, selain trial error, ada seleksi alam juga. Yang tidak cocok dengan bisnis ini akhirnya tidak bisa bertahan. Sama seperti pekerjaannya, kalau tidak dilakukan dari hati, sabar, telaten dan teliti, maka saat mencanting batik pun hasilnya tidak akan maksimal. Tenny sangat berkomitmen dengan usahanya ini, jadi semua kendala pun bisa ia hadapi.

Hingga kini, Tenny masih terus melakukan edukasi batik kepada masyarakat, dibantu pemerintah daerah. Menurutnya, banyak yang masih belum mengerti batik, mulai jenis dan materialnya. Banyak yang masih menyamakan dengan batik di pasaran. Batik yang diproduksi lewat printing atau cap tentu tidak bernilai sama dengan batik yang dicanting menggunakan lilin. Karena batik ini sesungguhnya dirintis, diciptakan dan harus bisa dibudidayakan oleh masyarakatnya sendiri sehingga nantinya bisa terbentuk rasa cinta terhadap daerahnya masing-masing. Tenny boleh berbangga hati, perjalanannya mempopulerkan batik Sukabumi membuahkan hasil. Ia kini kaya ilmu dan jaringan. Semakin banyak yang datang dan minta diajarkan membatik padanya, seperti masyarakat di Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, juga provinsi lain yang tertarik ingin memiliki batik khas daerahnya sendiri.

Batik Sukabumi milik Tenny bisa didapatkan mulai dari harga Rp 100.000, Rp 5 juta, hingga puluhan juta. Soal harga memang tergantung tingkat kesulitan motif dan material yang digunakan pada saat membuat batik. Dan karena ini merupakan batik tulis, harganya pun tentu berbeda dengan batik cap atau printing. Ke depan, Tenny berharap tak hanya mendapatkan dukungan keluarga, tapi juga dukungan dari pemerintah daerah. Pernah ada wacana untuk membuat seragam batik bagi pemerintah daerah, tapi sampai sekarang belum terlaksana. Ia pun berharap pula, dukungan bisa didapatkan lewat cara lain. Tenny ingin terus menularkan rasa cinta dan bangga pada batik Sukabumi. Karena potensi budaya daerahnya ini besar dan bisa dimanfaatkan dengan baik.

Source Tenny Hasyanti : Sukses Populerkan Batik Sukabumi Batik
Comments
Loading...