Tempo Dulu Kerajinan Batik di Gresik Berjaya

0 238

Tempo Dulu Kerajinan Batik di Gresik Berjaya

Kabupaten Gresik memiliki sejarah sebagai Kota Batik. Raja Paku Buwono X pada 1927 pernah berkunjung ke rumah Gajah Mungkur di Kampung Kemasan, Kebungson, Gresik. Ikon Gajah Mungkur sampai sekarang masih ada. Namun citra Gresik sebagai kota batik sudah sedikit memudar, tak secemerlang dulu yang produksinya terkenal hingga Solo.

Sampai sekarang ini keberadaan rumah Gajah Mungkur beserta patung gajahnya masih dapat dijumpai di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Kebungson. Rumah berarsitektur kolonial Belanda dan patung Gajah Mungkur masih menjadi ikon bangunan kuno kota lama di Gresik. Kedatangan Raja Paku Buwono X ke Gresik pada tahun itu untuk kerja sama pengiriman batik ke Solo.

Citra Kota Gresik sebagai Kota Batik yang pernah berjaya pada zaman dahulu tinggal menjadi sejarah saja. Hanya beberapa orang saja yang kini meneruskan membuat batik. Gedung dan tempat membatik zaman dulu saat ini hanya tinggal nama dan menjadi tempat pendidikan anak dan hotel. Dulu kedua tempat itu pusat kerajinan batik. Zaman dulu pelajaran membatik diajarkan seorang tokoh agama yaitu Syahid Ali Murtadho alias Raden Santri yang sampai saat ini dikenang dengan nama Jalan Raden Santri, samping Kantor DPRD Gresik. Nama Gresik sampai terkenal ke mancanegara. Sekarang waktunya generasi muda untuk meneruskan perjuangan Syahid Ali Murtadho alias Raden Santri.

Source https://www.kaskus.co.id/ https://www.kaskus.co.id/thread/58e0d7d356e6aff1208b4569/tempo-dulu-kerajinan-batik-di-gresik-berjaya-produksinya-hingga-solo/
Comments
Loading...