Teknik Pembuatan Batik Cimahi

0 291

Teknik Pembuatan Batik Cimahi

Batik Cimahi pertama kali dibuat melalui suatu kompetisi yang diadakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Cimahi yang diketuai oleh Ny. Atty Suharti Tochija. Kompetisi ini sendiri merupakan hasil sarasehan yang diikuti oleh tokoh masyarakat, seniman, pengusaha, dan unsur Dekranasda Kota Cimahi lainnya. Dengan adanya kompetisi ini, identitas Kota Cimahi pun akan terangkat melalui hasil kreativitas masyarakatnya sendiri. Dalam kompetisi ini, ada sekira 80 motif yang diterima oleh panitia, namun tidak semua motif ini cocok untuk dijadikan motif kain batik Cimahi. Setelah melalui satu seleksi yang cukup ketat, akhirnya terpilihlah lima motif batik yang dinilai paling sesuai dan cocok untuk dijadikan Motif Batik Cimahi. Kelima motif itu adalah Motif Cirendeu, Ciawitali, Curug Cimahi, Pusdik, dan Kujang. Pembuatan Batik Cimahi tidak jauh berbeda dengan pembuatan batik dari daerah lain.

Berikut langkah-langkah pembuatan Batik Cimahi :

  • Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.
  • Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola tersebut.
  • Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
  • Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu.
  • Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  • Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
  • Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
  • Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.
  • Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.
  • Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  • Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah digambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.
  • Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai
Source http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/ http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/2015/04/teknik-pembuatan-batik-nusantara.html https://fitinline.com/article/read/batik-cimahi/
Comments
Loading...