Teknik Pembuatan Batik Brebes

0 31

Teknik Pembuatan Batik Brebes

Batik Brebes atau Batik Salem sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Di Kabupaten Brebes dari 17 kecamatan yang ada, sentra perajin batik hanya terdapat di Kecamatan Salem. Itupun terpusat di 2 desa yakni Bentar dan Bentarsari. Berdasarkan catatan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Brebes, di daerah itu ada sedikitnya 200 perajin batik saat ini dan ada kemungkinan untuk bertambah seiring dengan semakin tenarnya kain batik. Pembuatan Batik Brebes sama dengan pembuatan batik dari daerah lain.

Berikut langkah-langkah pembuatan Batik Brebes :

  • Siapkan kain mori atau sutra, kemudian dibuat motif diatas kain tersebut dengan menggunakan pensil.
  • Setelah motif selesai dibuat, sampirkan atau letakkan kain pada gawangan.
  • Nyalakan kompor atau anglo, letakkan malam atau lilin ke dalam wajan atau nyamplung, dan panaskan wajan dengan api kecil sampai malam/ lilin mencair sempurna. Untuk menjaga agar suhu kompor atau anglo stabil biarkan api tetap menyala kecil.
  • Tahap selanjutnya, menutupi kain dengan malam atau lilin pada bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (sama dengan warna dasar kain). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Proses ini bertujuan agar pada saat pencelupan bahan atau kain kedalam larutan pewarna bagian yang diberi lapisan malam atau lilin tidak terkena pewarna.
  • Pada proses membatik dimulai dengan mengambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas kemudian torehkan atau goreskan canting dengan mengikuti motif. Dalam proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain, karena akan mempengaruhi hasil motif batik.
  • Setelah semua motif yang tidak ingin diwarna atau diberi warna yang lain tertutup oleh malam atau lilin, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan. Siapkan bahan pewarna di dalam ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna. Proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh malam atau lilin. Pewarnaan dilakukan dengan cara mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu. Kain dicelup dengan warna yang dimulai dengan warna-warna muda, dilanjutkan dengan warna lebih tua atau gelap pada tahap berikutnya.
  • Setelah dicelupkan dalam pewarna, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
  • Setelah kering dilakukan proses pelorodan, proses teknik “pelorodan” dilakukan dengan cara lilin dikerik dengan pisau, kemudian kain di rebus bersama-sama dengan air yang telah diberi soda abu, atau menggunakan teknik pelepasan lilin dengan dilumuri bensin, kemudian Kain disetrika sehingga lilin menjadi meleh. Dari keempat jenis pelepasan lilin di atas, teknik perebusan kain dengan soda abu dan tehnik setrika adalah yang lazim digunakan oleh pembatik tradisional.
  • Kain yang telah berubah warna tadi direbus dalam air panas. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan malam atau lilin sehingga motif yg telah digambar menjadi terlihat jelas. Apabila diinginkan beberapa warna pada batik yang di buat, maka proses dapat diulang beberapa kali tergantung pada jumlah warna yang di inginkan.
  • Setelah kain bersih dari malam atau lilin dan dikeringkan, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan malam atau lilin menggunakan alat canting untuk menahan warna berikutnya.
  • Selanjutnya proses pencelupan warna yang kedua, dengan memberikan malam/ lilin lagi, pencelupan ketiga dan seterusnya. Misalkan dalam satu kain diinginkan ada 5 warna maka proses diatas tadi diulang sebanyak jumlah warna yang diinginkan berada dalam kain tersebut satu persatu lengkap dengan proses membuka/nglorot dan menutup malam atau lilin dilakukan berulang kali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  • Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke campuran air dan soda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan.
  • Proses terakhir adalah mencuci atau direndam air dingin dan dijemur sebelum dapat digunakan dan dipakai.
Source http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/ http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/2015/03/cara-membuat-batik-tulis-dan-cap.html
Comments
Loading...