Teknik Membuat Batik Kalimantan

0 687

Teknik Membuat Batik Kalimantan

Proses pembuatan pada Batik Kalimantan tidak jauh berbeda dengan pembuatan batik pada umumnya, proses pembuatan Batik Kalimantan melewati tahapan lazimnya batik dibuat. Dipola, dicanting, diwarna sampai pada proses pencelupan, dan seterusnya. Hanya saja berbeda pada istilah dan corak maupun gaya warnanya masih sederhana, yaitu bermotif “kawung” dengan warna soga ayau coklat. Proses ini menghasilkan batik yang sering disebut dengan istilah Batik Kelengan, tidak berwarna biru melainkan cokelat.

Berikut proses pembuatan pada Batik Kalimantan :

1. Mencap Mori
Pengecapan dilakukan dengan satu macam lilin sederhana yaitu paraffin hars (gondo) atau dikenal juga dengan nama lilin tawon. Ini adalah proses awal yang memerlukan ketelitian. Kekeliruan di bagian ini akan berakibat fatal pada proses selanjutnya.

2. Menyoga
Langkah berikutnya adalah diekstrak (ditambahkan) zat warna dari tumbuh-tumbuhan. Pencelupan dilakukan berulang-ulang hingga mencapai warna yang diinginkan dan cukup dalam terlihat.

3. Dilorod
Proses akhir dari pembuatan batik Kalimantan, berupa penghilangan semua lilin dengan dimasukkan ke dalam air mendidih. Ditunggu hingga semua lilin terlepas dari kain. Setelah itu didinginkan (diangin-anginkan).

4 Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu .

5 Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.

6 Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.

7 Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.

8 Proses berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas diatas tungku.

9 Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna pertama dan kedua.

10 Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.

11 Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu kuatir, pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.

12 Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.

Source http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/ http://jualbatikpekalonganindonesia.blogspot.co.id/2015/03/cara-membuat-batik-kalimantan.html
Comments
Loading...