Teknik Membatik Kaos

0 680

Teknik Membatik Kaos

Banyak pengrajin yang membuat desain batik yang unik pada kaos. Seiring dengan perkembangan jaman dan desain mode busana yang semakin beragam, kaos batik dipilih karena pembuatannya yang lebih mudah, lebih cepat, lebih efisien dan peminat kaos batik malah semakin bertambah. Teknik membatik kaos sebenarnya tidak jauh berbeda dengan teknik batik yang mengunakan media kain, bedanya hanya pada penggunaan bahan dasar kainnya. Saat dalam proses membatik pada kaos, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar hasil batik kaosnya bagus dan sesuai harapan. Sekarang batik kaos bisa menjadi pilihan para pecinta batik karena bahannya yang nyaman, lebih kasual dan sporty sehingga bisa dipakai sehari-hari.

Proses pembuatan batik kaos bisa menggunakan teknik batik tulis, batik cap, batik sablon maupun batik printing. Kita akan bahas mengenai teknik batik tulis pada kaos. Prosesnya kurang lebih sama dengan proses pembuatan batik pada kain atau mori katun. Siapkan bahan dan alat untuk membatik yaitu kaos katun (bahan kaos harus terbuat dari serat katun agar penyerapan warnanya maksimal), canting dan kuas (alat pembentuk motif), koran, malam, wajan, kompor, bahan pewarna, bak warna, dan bahan serta alat pendukung lainnya.

Ada tahap proses membatik :

  • Pertama membuat desain batik pada kaos menggunakan pensil.
  • Langkah kedua adalah mencanting dengan malam menggunakan canting ataupun kuas dengan mengikuti pola yang telah digambar.
  • Selanjutnya mewarna dengan teknik colet yaitu prosesnya seperti melukis, mewarnanya dengan pewarna indigosol, remasol ataupun rapid dengan cara dikuaskan pada gambar yang ingin diwarnai. Dengan teknik colet, bisa menggunakan berbagai macam warna agar batiki kaos anda lebih menarik. Jika anda menggunakan pewarna indigosol,
  • Setelah pewarnaan selesai maka kaos harus dikenakan sinar matahari beberapa menit agar warnanya terikat pada kaos kemudian kuaskan air HCL secukupnya untuk memunculkan warna. Jika menggunakan remasol atau rapid, setelah itu menguaskan remasol pada kaos sebaiknya diamkan selama semalam agar warnanya meresap, keesokan harinya kuaskan waterglass sebagai pengunci warna agar warnanya tidak mudah luntur.
  • Setelah proses pewarnaan selesai, bisa melakukan proses pembatikan lagi yaitu mencanting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.
  • Dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua yaitu mewarna background atau latar kaosnya. Pada proses pewarnaan ini anda bisa menggunakan teknik celup menggunakan pewarna napthol.
  • Proses berikutnya yaitu melorod atau menghilangkan malam dari kaos dengan cara merebus dengan air mendidih dicampur soda abu. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan malam, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas.

Kain kaos lebih mudah menyerap air dan lebih mudah diberi warna serta lukisan. Sehingga membatik juga bisa sesuai selera anda, tidak serumit membatik pada kain yang membutuhkan ketelatenan ekstra. Batiklah kaos dengan pola dasar lalu selanjutnya lukiskan desain-desain unik seperti percikan malam, titik-titik, garis-garis, atau motif lainnya. Untuk proses selanjutnya, lapisi motif batik yang telah dibuat pada kaos dengan cairan kunci sablon agar batik tidak luntur saat dicuci. Setelah proses membatik selesai, keringkan batik yang sudah terbentuk pada kaos. Jika dianggap cukup kering, selanjutnya cucilah kaos dengan air agar kotoran yang ada di kaos hilang. Untuk pewarnaan kaos menjadi kaos yang tidak hanya bewarna putih, rendam kaos pada bak yang berisi pewarna kain beberapa jam. Setelah itu angkat dan keringkan dengan dijemur. Maka kaos yang dibuat telah siap untuk disetrika dan digunakan untuk keseharian.

Source Teknik Membatik Kaos Teknik
Comments
Loading...