Teknik Membatik Kain Sutra

0 522

Teknik Membatik Kain Sutra

Teknik dalam membatik dengan media kain sutra sebenarnya tidak berbeda dengan batik-batik jenis lainnya, bedanya hanya pada penggunaan bahan dasar kainnya dan proses pelorodan. Batik sutra menjadi pilihan para pecinta batik karena bahannya berkualitas, lembut, enak dipakai, tidak licin dan lebih memancarkan warna dari corak batik itu sendiri, sehingga pemakainya pun tampak lebih elok dan menawan.

Proses pada batik sutra bisa menggunakan teknik batik tulis, batik cap, batik sablon maupun batik printing. Namun kali ini kita akan membahas mengenai teknik batik tulis pada kain sutra. Prosesnya kurang lebih sama dengan proses pembuatan batik pada kain atau mori katun. Siapkan bahan dan alat untuk membatik yaitu kain sutra, canting (alat pembentuk motif), gawangan (tempat untuk menyampirkan kain), malam, wajan, kompor dan bahan pewarna.

Berikut tahap untuk membuat batik dari kain sutra :

  • Tahapan proses membatik yaitu pertama membuat desain batik yang biasa disebut molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda. Ada yang lebih suka membuat motif sendiri, namun yang lain lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada. Membuat desain atau motif ini dapat menggunakan pensil.
  • Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin) malam menggunakan canting dengan mengikuti pola tersebut. Tahap selanjutnya, menutupi dengan malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan malam tidak terkena.
  • Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu. Setelah dicelupkan, kain tersebut dijemur dan dikeringkan. Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap dipertahankan pada pewarnaan yang pertama. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua.
  • Proses berikutnya, menghilangkan malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan kain tersebut dengan air panas di atas tungku. Setelah kain bersih dari malam dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan malam (menggunakan alat canting) untuk menahan warna pertama dan kedua. Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.
  • Proses selanjutnya adalah nglorod, dimana kain yang telah berubah warna direbus air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan malam, sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. pencelupan ini tidak akan membuat motif yang telah anda gambar terkena warna, karena bagian atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (malam tidak sepenuhnya luntur). Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.
  • Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.

Saat proses pewarnaan, bisa menggunakan teknik celup tutup ataupun colet tutup. Kain sutra sebetulnya mudah dalam menyerap warna, sehingga warna bisa maksimal. Prinsipnya semua zat warna batik dapat digunakan untuk mewarnai batik sutra namun karena proses menghilangkan malam pada kain sutra yang sedikit bermasalah maka sebaiknya menggunakan zat pewarna yang memiliki ketahanan yang kuat seperti cat indigosol, rapid, dan napthol. Tetapi penggunaan warna alam pada batik sutra juga akan terlihat maksimal. Warna alam pada batik sutra akan nampak semakin mengkilap semakin bertambah lamanya usia kain. Kain sutra memiliki anyaman tenun cukup padat sehingga benang-benang dalam kain tidak bergeser bila kena tekanan atau tarikan. Karena proses pembuatan batik berhubungan dengan rendaman dalam air (basah), maka sebaiknya twist pada benang sutera jangan terlalu tinggi untuk menghindari mengkerutnya kain pada proses basah. Batik sutera tidak selamanya berupa kain sutera murni, namun dapat dikombinasikan dengan cara ditenun menggunakan benang lain seperti tetron katun atau acetat rayon. Bila terjadi campuran dan tidak diketahui maka akan timbul problema dalam proses pewarnaan.

Proses untuk dapat menghilangkan malam pada batik sutra harus menggunakan teknik khusus. Malam batik memiliki tendensi melekat lebih kuat pada kain sutra dari pada kain katun. Untuk itu ada beberapa cara untuk menghilangkannya, cara pelepasan dengan air panas alkali. Caranya menggunakan malam batik dengan campuran khusus untuk menghindarkan atau mengurangi bahan pokok malam yang mengakibatkan sukar lepas (seperti malam bekas, mata kucing dan paraffin kasar). Dalam air lorodan ditambahkan soda abu dan air lorodan akan menjadi alkalis (pada pH tidak lebih dari 9,5 atau soda abu tidak lebih dari 0,1%). Cara kedua menggunakan bensin. Lilin yang melekat pada kain akan larut dan kain pun menjadi bersih. Cara ini mudah akan tetapi banyak yang tidak menggunakan karena resiko kebakaran). Cara ketiga yaitu cara kombinasi antara pelepasan dan pelarutan. Kain dimasukan dalam air lorodan yang kemudian dicampur dengan pelarut malam seperti bensin, benzol, minyak tanah dalam bentuk emulsi sehingga dapat bercampur dengan air serta mengurangi resiko kebakaran.

Banyak orang yang memilih kain sutra untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan karena pada saat dijahit menjadi baju, kain sutra dapat menyesuaikan pola atau bentuk tubuh pemakainya, sehingga akan terlihat lebih indah. Karena keistimewaan kain sutra maka perawatannya pun istimewa. Batik sutra dapat bertahan lama keindahannya bila dirawat dengan baik dan benar.

Source Teknik Membatik Kain Sutra Teknik
Comments
Loading...