Tekad Ibu-Ibu Desa Majan Lestarikan Batik

0 88

Tekad Ibu-Ibu Desa Majan Lestarikan Batik

Batik merupakan warisan leluhur yang harus terus dilestarikan. Itulah yang membuat Azizah dan Mulyati, serta para pembatik di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, kembangkan batik tulis asli Tulungagung.

Menurut Mulyati, salah satu kesulitan dalam isen yakni menyelaraskan besar kecilnya ukuran titik maupun garis agar selaras dengan motif.

Tak hanya itu, seorang isen, selain harus mampu menyelaraskan gambar, juga harus mampu bekerja cepat. Jika tidak, malam yang digunakan dapat dingin dan membeku. “Kita juga harus tahu suhu yang pas itu bagaimana. Karena kalau terlalu dingin akan beku, terlalu panas akan mblobor (mencair),” jelasnya.

Ibu tiga anak ini mengaku menikmati perannya sebagai pembatik. Dengan demikian, turut meneruskan warisan budaya dari leluhur dan budaya asli daerah.

Batik memiliki filosofi yang baik. Selain mengenai kesederhanaan, juga mengenai gotong royong. Pasalnya, dalam proses membatik diperlukan setidaknya tiga peran penting. Yakni pembuat motif atau biasa disebut mulo. Kemudian isen atau yang bertugas memberi isi dan menyelaraskan gambar pada motif. Terakhir, proses pewarnaan. “Karena batik sudah seperti panggilan, jadi akan tetap membatik sampai saya benar-benar tidak mampu,” pungkasnya.

Source https://radartulungagung.jawapos.com https://radartulungagung.jawapos.com/read/2019/01/24/115366/melihat-tekad-ibu-ibu-desa-majan-lestarikan-batik-4-habis
Comments
Loading...