Tak Dilindungi, Batik Papua Terancam Punah

0 115

Tak Dilindungi, Batik Papua Terancam Punah

Kurangnya perhatian pemerintah terhadap keberadaan batik Papua membuat industri kreatif tersebut terancam punah. Dari sekitar 10 pembatik yang ada pada 2011 lalu, saat ini hanya tersisa 5 orang. Kelima pembatik itu pun tak lagi muda. Merry Affar, salah satu pembatik yang masih ada mengaku kesulitan untuk mewarisi ilmu mencanting bagi generasi muda. Kalaupun ada yang belajar mencanting, rata-rata tidak berlangsung lama dan hanya sebagai pekerjaan sementara sebelum mendapatkan pekerjaan lain.

Menurut Merry,  tahun 2011 lalu, ada sekitar 10 orang asal Papua yang dikursuskan oleh Pemerintah Daerah setempat ke Pulau Jawa untuk belajar membatik. Dari 10 orang itu, saat ini yang tersisa hanya 5 orang, yakni empat orang masih terus membatik setiap harinya di Galery Port Numbay milik Jimmy Affar dan sisanya hanya membatik jika ada pesanan.

Designer batik Papua, Jimmy Affar mengaku upaya untuk mengkampanyekan seni membatik pada para pemuda terus dilakukan, salah satunya  ada dua sekolah menengah kejuruan di Jayapura  yang memiliki mata pelajaran membatik. ia pun bercerita, ada makna kebersamaan, penghormatan kepada kaum perempuan dan cerita bermakna lainnya dalam setiap cantingan. Setiap suku di Papua, memiliki corak dan cerita sendiri dalam setiap karyanya.

Lanjut Jimmy, saat ini industri pabrikan batik dari luar Papua telah membanjiri Papua. Dirinya khawatir jika tidak ada proteksi terhadap karya asli Papua, maka corak dan gambar untuk batik di Papua akan punah dan  susah untuk didapatkan kembali.

Source https://www.liputan6.com/ https://www.liputan6.com/bisnis/read/2048963/tak-dilindungi-batik-papua-terancam-punah
Comments
Loading...