Susi Sukses Bisnis Tas Unik Kombinasi Batik dan Kulit

0 49

Susi Sukses Bisnis Tas Unik Kombinasi Batik dan Kulit

Tas batik dan tas kulit telah banyak menjamur di pasaran. Pemilik Java Ume, Susi, mengkombinasikan batik dan kulit di dalam satu tas sekaligus. Susi awal mulanya tetarik berbisnis ini karena melihat potensi batik yang banyak diincar pembeli.

Batik yang digunakan adalah batik tulis dari Yogyakarta, Madura, dan Cirebon. Selain berbahan batik, dia juga membuat tas berbahan kain tenun yang berasal dari Bali, Lombok, dan Jepara. Sementara itu, kulit yang digunakan merupakan kulit sapi dan domba yang didapat dari supplier di Jakarta.

Awalnya Susi bersama temannya lagi iseng, batik lagi mulai di pakai orang-orang, kita coba tas kulit sudah banyak, pake batik untuk tas juga banyak. Akhirnya mereka mulai kombinasikan mulai dari cari bahannya dan pengrajinnya akhirnya dapat di Jakarta.

Ia mulai merintis usahanya dengan satu temannya dengan modal Rp 20 juta pada tahun 2015 lalu. Saat itu produknya didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan paten HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Tujuannya, agar produknya dapat masuk menjadi supplier di Debenhams departement store Kemang Village.

Modal awalnya tidak banyak sekitar Rp 20 jutaan, kita mulai masuk Debenham, waktu itu kita pikir kita seriusi mulai register brand-nya ke HKI. Karena untuk masuk Debenham harus izin perdagangan berlabel Indonesia waktu itu bulan Februari 2016.

Karena Kemang Village tutup, produknya masih menjadi waiting list di Debenham cabang lain. Meski begitu, Susi tetap berusaha memasarkan produknya ke hotel bintang lima seperti Hotel Fairmont dan Hotel Grand Melia. Akhirnya kita coba lagi ke tempat lain, akhirnya coba di Hotel Fairmont Senayan Jakarta dan Grand Melia Kuningan kita coba segmen menengah ke atas karena yang punya butik itu cuma sedikit.

Di Fairmont dan Grand Melia produknya baru masuk pada Oktober lalu. Dia bahkan mendapat permintaan untuk membuat clutch bag atau tas berukuran kecil karena segmentasinya adalah traveller. Pihak hotel meminta Susi membuat clutch bag. Karena kalau terlalu besar itu susah bawa pulangnya ya sudah kita coba yang kecil, karena mereka kan traveling.

Untuk mengkombinasikan antara kulit dan batik atau pun tenun, sebelumnya dibentuk dulu pola dan bagaimana pembagian porsi antara batik dengan kulitnya. Setelah itu baru ditentukan penjahitan kulitnya untuk disatukan dengan batik atau tenunnya.

Sebenarnya sama saja seperti buat polanya gimana bagian batiknya di mana, lalu di bagian dalamnya kalau mau keras dilem, bahan di dalam ada kain suede, dijahit dijadikan satu, itu seninya pembuat tasnya itu mesti banyak diskusi dengan pengrajin supaya nggak salah.

Ia menargetkan satu hari satu orang pengrajin dapat memproduksi 1 tas dengan kualitas yang baik. Sebenarnya jika ditekan produksinya bisa 3 dalam sehari tetapi ia lebih mementingkan kualitasnya. Ia targetkan satu pengrajin satu hari bisa jadi 1 kalau misalnya maksimal 3.

Makanya yang diproduksi untuk kualitas butik karena harus rapi banget. Saat ini ia memiliki karyawan kurang dari 10 orang. Akan tetapi, dia sedang menjajaki bisnis di Italia dan Rusia agar dapat ekspor ke negara tersebut saat ini sedang berproses mencari distributor.

Java Ume lagi mau coba ke luar negeri. Partnernya ada di Italia. Ada teman juga lagi mau kerjasama di Rusia. Sekarang sedang mencari distributor di Rusia masih proses. Range harga yang dipatok sekitar Rp 700.000 – Rp 3 juta. Dalam satu tahun terakhir ini omzetnya mencapai Rp 100 juta.

Source https://finance.detik.com/ https://finance.detik.com/solusiukm/d-3367495/bermodal-kreativitas-wanita-ini-sukses-bisnis-tas-unik-kombinasi-batik-dan-kulit
Comments
Loading...