Suparno Hidup Untuk Melestarikan Batik

0 147

Suparno Hidup Untuk Melestarikan Batik

Batik merupakan salah satu kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari kekayaan budaya indonesia yang telah diakui oleh Unesco. Adalah Suparno Salah satu sosok pengusaha muda, yang turut serta mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan Batik Tulis Wonogiri. Selain untuk melestarikan batik, Suparno juga memiliki hati yang mulia yakni ingin menaikkan taraf hidup masyarakat di desa kelahirannya, yaitu Desa Widoro, Kec Sidoharjo Kab. Wonogiri. Di desa kelahirannya sendiri, masih banyak masyarakat sekitar hidup di garis kemiskinan, bahkan ia pernah melihat seorang ibu ingin berobat harus menggadaikan surat tanahnya terlebih dahulu. Dari situlah ia bertekad untuk memberdayakan masyarakat melalui usaha batiknya yang bernama Parnaraya Batik.

Usaha batiknya sendiri berdiri pada tanggal 11 Oktober 2011, dengan modal awal sekitar 1,2 M. Awal merintis usaha ini, ia harus bekerja ekstra keras untuk mengajarkan masyarakat bagaimana cara membuat batik. Kendala sumber daya manusia yang dihadapinya, tak lantas membuatnya patah arang untuk merintis, malah semakin memacu semangatnya untuk terus membangun usaha batik tulisnya ini. Terbukti dengan awalnya hanya memiliki 1 orang pengrajin, sekarang usaha batiknya telah memiliki 102 orang karyawan. Meskipun untuk usaha yang telah berjalan selama 4 tahun ini.

Lebih dari 100 motif yang ada di Indonesia, namun Parnaraya Batik tetap mempertahankan motif batik Wonogiri yang didominasi oleh motif flora dan fauna sebagai konsep batiknya.  Misalnya motif jambu mete, singkong, daun, terumbu karang, kupu-kupu, dan burung. Ia mengaku memilih jenis batik ini dikarena batik Wonogiri cenderung abstrak dan kontemporer. Serta di dukung dengan warna-warna cerah yang dihasilkan.

Untuk harga jualnya sendiri, Suparno mematok harga batik yang ia tawarkan mulai dari Rp. 120.000 hingga Rp. 1.700.000. Meski lumayan mahal, namun pria kelahiran 4 Juni 1970 ini bisa menjamin kualitas batik yang di produksinya. Setelah melewati lika-liku saat memulai usaha, buah manis pun akhirnya ia raih. Selain telah membuka lapangan pekerjaan bagi warganya yang kurang mampu, dirinya pun telah mendapat pengakuan beberapa instansi pemerintah berkat kesuksesannya menjadikan desa tempat tinggalnya sebagai juara II untuk desa berkembang dan atas tangan dinginnya pula, di tahun 2014 silam Parnaraya Batik meraih Jateng Post Award. Kesuksesaan yang ia raih saat ini memang memerlukan jalan yang berkelok dan berliku, namun ia mempunyai keyakinan untuk meraih kesuksesan, dibuktikan 3 hal yang menjadi pegangan dalam hidupnya yakni “Fokus, serius dan selalu bersyukur kepada Sang Pencipta.”

Source http://www.jitunews.com/ http://www.jitunews.com/read/14178/suparno-hidup-untuk-melestarikan-batik
Comments
Loading...