Suparmanto, Pencipta Kompor Batik Listrik Mendunia

0 50

Nova Suparmanto, usianya kini baru 27 tahun, namun siapa sangka usaha yang digelutinya membuatnya menjadi seorang pengusaha muda yang mandiri. Ia kini memiliki 10 karyawan dan produk ciptaannya kini telah diekspor ke berbagai negara. Berawal dari keinginannya membantu para pengrajin batik di kampung Wukirsari, Kabupaten bantul, Yogjakarta yang kesulitan dalam mencari energi untuk memanaskan malam (lilin) untuk batik.

Pria yang kini melanjutkan Studi S2 di Teknik Industri di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogjkarta ini pun melakukan inovasi dengan menciptakan kompor dengan menggunakan listrik yang hemat energi dibandingkamenggunakan kompor atau tungku yang menggunakan minyak tanah sebagai energi utamanya.

Menurutnya ide membbuat kompor listrik itu muncul tahun 2012 setelah satu tahun sebelumnya banyak berbincang dengan para perajin batiik di desa wukirsari. Percobaan membuat kompor listrik pun dilakukan Nova dan akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

Dalam perkembangannya, kompor listrik yang diproduksii pun ada yang berbahan plat aluminium dan untuk memudahkan pemasaran ia mengambil brand Auto Elektrik Stove for Bantil atau yang dikenal dengan singkatan Astoetik, perusahaan yang memiliki konsep pemberdayaan masyarakat sekitar. untuk harga kompor listrik dari bahan gerabah mencapai Rp. 325 ribu per unitnya, kompor plat besi Rp 290 ribu per unity dan kompor cap sebesar Rp 1.1 juta per unitnya.

Source https://tabinaco.net https://tabinaco.net/suparmanto-pencipta-kompor-batik-listrik-mendunia
Comments
Loading...