Sogan Batik Berkibar Di Australia

0 53

Sogan Batik Berkibar Di Australia

Satu lagi karya anak bangsa memperoleh tempat di hati masyarakat dunia. Lewat karya seni batik tulis atau handmade yang unik nan kreatif, Iffah M Dewi selaku owner Sogan Batik dari Kampung Rejodani Sleman, menjadi satu-satunya yang diundang secara khusus pada event Modest Fashion Australia (MFA) 2018.

Karya-karya desain batik Iffah M Dewi pun berkibar di Negeri Kanguru. Ini semua tidak lepas dari dukungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Perth-Australia.

Dewi Tobing dari KJRI Perth mengapresiasi gelaran MFA yang membawa desainer Indonesia dan semoga ini menjadi perintis bagi desainer lain, sehingga terciota kolaborasi yang bisa membawa hubungan lebih kuat antara Indonesia dan Australia. Dia juga berharap karya Iffah M Dewi diterima di pasar Australia yang begitu mencintai model fashion tersebut.

Karya-karya Iffah kali ini terinspirasi dari kebesaran Majapahit, yang direpresentasikan dalam wujud kombinasi culture Jawa ke dalam batik, nuansa Islam ke dalam tunic dan long blazer termasuk pengaruh etnis Makassar kaitannya dengan Aborigin di masa lalu.

Menampilkan rancangan busana Koelanuwoen Perth, Iffah ingin menyampaikan pesan di dalam setiap coretan motifnya, yang menggambarkan tentang Islam sebagai agama perdamaian, keindahan Islam serta perempuan Islam yang sama haknya bahkan memperoleh penghormatan tinggi dan mulia.

Sebagai bahasa sapaan atau salam yang selalu diucapkan saat seseorang bertandang atau masuk rumah orang lain sekaligus identitas kesopansantunan orang Jawa, karya batik handmade Sogan Batik ini bisa diterima di negara itu.

Setidaknya ada sepuluh karya Koelanoewoen Perth, masing masing menceritakan kisah tersendiri yakni Pesisir Marege, Nustralian Loose Tops & Nelayan Dress, The Macassans Blazer & Marege Saroong, Majapahit Loose Tops & Shahadah Saroong, Boomerang Caftan, Fraction Tunic, Sama Longcoat, Rejodani Dress, Motif Why I’m Here Dress, Wafe Tunic & Akhlaq Saroong.

Iffah menambahkan, Sogan Batik konsisten berkarya di dunia batik dan fashion. Industri ini bisa menambah lapangan pekerjaan banyak pihak. Selain itu, motif batik juga bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan historis dan kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Iffah M Dewi telah menekuni batik ini selama belasan tahun terakhir, di bawah bendera Sogan Batik Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 10 Rejodani Sariharjo Ngaglik Sleman. Dia memiliki spesialisasi dan diferensiasi corak Islam dalam setiap motifnya.

Proses kreatif Iffah M Dewi kini perlahan mulai berkembang dan diterima banyak kalangan. Ibu-ibu rumah tangga, remaja muslim, mahasiswi hingga publik figur mengenakan karya rancangan Sogan Batik.

Para pekerja di Sogan Batik datang dari latar belakang berbeda, namun sebagian besar merupakan warga sekitar. Sogan Batik juga mempekerjakan penyandang disabilitas, yang menjadi bagian penting pembuatan batik untuk memberdayakan para difabel.

Memulai aktivitas di pagi hari, puluhan karyawan Sogan Batik selalu melantunkan shalawat Nabi dan mengaji di sudut ruangan yang disediakan untuk keperluan shalat.

Menurut Iffah M Dewi, batik Sogan juga disebut Batik Berdzikir, karena setiap proses kreatif para pekerjanya melantunkan dzikir dan shalawat Nabi.

Koelonoewoen Perth juga dirancang melalui proses berdzikir, dimulai dari tahap ide, konsep, visual motif, menggambar motif, kemudian menjelma menjadi kain batik tulis yang dicanting, selanjutnya dibentuk sesuai pola rancangan, lalu dijahit.

Source https://www.koranbernas.id https://www.koranbernas.id/sogan-batik-berkibar-di-australia/
Comments
Loading...