SMAN 1 Cangkringan Kembangkan Batik Eco Print

0 42

SMAN 1 Cangkringan Kembangkan Batik Eco Print

Pembuatan batik dengan menggunakan metode Eco Print belum banyak dijumpai. Padahal Batik Eco Print lebih ramah lingkungan, karena pewarnanya alami dengan memanfaatkan warna yang ada dalam daun. Dengan teknik mereplika tumbuhan ke dalam kain, Eco Print dapat menghasilkan karya batik yang memiliki nilai seni tersendiri.

Sebagai sekolah Adiwiyata Nasional 2018, SMAN 1 Cangkringan berupaya untuk mengembangkan pembuatan batik dengan metode Eco Print ini.

Kepala SMAN 1 Cangkringan, Anies Rachmania menyampaikan, dalam pembuatan Batik Eco Print, sekolah memanfaatkan berbagai tanaman yang tumbuh di halaman sekolah.

“Batik ini tidak menggunakan malam, sehingga sangat ramah lingkungan. Jadi memanfaatkan warna-warna yang dikeluarkan dari daun tersebut,” ujarnya.

Anies menjelaskan, pemilihan daun yang digunakan sebagai pewarna alami adalah daun yang tidak dilapisi lilin seperti Daun Jati, Daun Kenikir dan Daun Lanang.

Proses pembuatan Eco Print terbilang sederhana dan mudah. Caranya tempelkan daun-daun tersebut di atas kain, buat sesuai pola yang diinginkan.

Kemudian lapisi dengan plastik, gulung menggunakan pralon. Lepas pralon, tekuk kain dan ikat kencang menggunakan tali.

“Kukus kain selama dua jam, kemudian buka kain. Nah warna daun akan menempel ke kain,” katanya kepada Tribunjogja.com

Ke depan, SMAN 1 Cangkringan akan mengembangkan produk yang tidak hanya Eco Print.

“Nantinya kami tidak hanya memproduksi kain tapi juga menghasikan produk yang bermanfaat dengan mengembangkan proses pewarnaan Eco Print,” ujar dia

Source http://jogja.tribunnews.com http://jogja.tribunnews.com/2019/01/29/sman-1-cangkringan-kembangkan-batik-eco-print-batik-pewarna-daun
Comments
Loading...