Sifat Umum Zat Warna Dispersi Pada Batik

0 168

Sifat Umum Zat Warna Dispersi

Zat warna dispersi pertama kali dibuat dan diperkenalkan pada tahun 1923 oleh Baddiley dan Shepherdson dari British Dyestuff. Zat warna ini kelarutannya kecil dalam air dan merupakan kelarutan dispersi, terutama digunakan untuk mewarnai serat-serat sintetik yang bersifat hidrofob, misalnya poliester. Zat warna dispersi sebagian besar molekulnya tersusun oleh senyawa azo, antrakinon atau difenil amin dengan berat molekul yang kecil dan tidak mengandung gugus pelarut.

Zat warna dispersi dikenal sebagai salah satu jenis zat warna yang tidak mengandung gugusan pelarut. Zat warna ini paling sering digunakan untuk mewarnai serat-serat sintetis yang bersifat hidrofobik misalnya serat poliester.  Meski pada awalnya hanya diperdagangkan dalam bentuk pasta tetapi sekarang zat dispersi ini dapat diperoleh dalam bentuk bubuk. Ketika dikombinasikan dengan zat pengemban (carrier) dan dipanaskan dengan temperatur tekanan tinggi zat warna dispersi dapat mewarnai serat poliester dengan sangat baik. Poliester merupakan salah satu kain yang digunakan untuk media batik juga.

Zat warna dispersi tidak seperti jenis zat warna lainnya, karena pada dasarnya memiliki sifat umum dan karakteristik yang cukup unik, diantaranya:

  1. Zat dispersi mempunyai berat molekul yang relatif rendah.
  2. Mempunyai titik kejenuhan 30-200 mg/g zat warna dalam serat.
  3. Tidak mengalami perubahan kimia selama proses pencelupan berlangsung.
  4. Bersifat non ionik walaupun mengandung gugus –NH2, -NHR dan –OH.
  5. Tidak larut dalam air karena tidak mempunyai gugus pelarut didalam struktur molekul.
  6. Sifat tahan cuci dan tahan sinarnya cukup baik.
Source Sifat Umum Zat Warna Dispersi Zat Warna Dispersi Sifat
Comments
Loading...