Setiap Lebaran, Fenomena Ini Terjadi Pada Batik Trusmi

0 67

Setiap Lebaran, Fenomena Ini Terjadi Pada Batik Trusmi

Desa Trusmi di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu sentra batik khas Cirebon. Dikenal dengan sebutan Batik Trusmi, sesuai nama daerahnya, aktivitas para perajin batik di sini menunjukkan peningkatan sejak awal Ramadan. Peningkatan aktivitas para perajin Batik Trusmi berbanding lurus dengan tren penjualan yang digeluti para pengusahanya. Pesanan rata-rata telah membanjir sejak mula Ramadan untuk Lebaran nanti.

Samida mengkhususkan pada penyediaan kain bermotif batik khas Cirebon maupun batik Pekalongan, Jawa Tengah. Kain sarung yang diperuntukkan untuk hadiah lebaran menjadi yang paling banyak dicari, mulai kualitas biasa (batik cap) hingga batik tulis halus. Ada pula kain sarimbit untuk keluarga. Di antara pesanan kain, pesanan batik dalam bentuk baju jadi pun tak kalah membanjir. Pesanan ini datang dari konsumen yang menghendaki batik berharga ekonomis.

Kain batik cap menjadi pesanan yang paling banyak diterima Lutfiyah, yang umumnya akan digunakan sebagai hadiah lebaran para pemesannya. Sementara, para pemesan batik tulis halus, rata-rata untuk dipakai sendiri dan keluaga pemesan, sehingga jumlahnya tak sebanyak pesanan kain batik cap. Calon ibu ini menyebut, harga untuk batik cap mulai Rp50 ribu. Sedangkan harga batik tulis mulai Rp100 ribu.

Membanjirnya pesanan kain batik saat jelang lebaran praktis menaikkan omzet penjualan Samida dibanding hari biasa. Dari rata-rata pemasukan Rp25 juta/bulan, kala lebaran jumlah yang diraih Samida sebagai usaha keluarga mencapai Rp60 juta-Rp70 juta. Di antara sekian banyak motif Batik Trusmi, mega mendung masih menjadi primadona. Hanya kali ini, mega mendung yang dikombinasikan dengan motif lain tengah menjadi tren.

Source http://www.ayocirebon.com/ http://www.ayocirebon.com/read/2019/05/28/2716/setiap-lebaran-fenomena-ini-terjadi-pada-batik-trusmi
Comments
Loading...