Sering Mengantuk? Mungkin Kamu Kena Hipersomnia

Hoaaam, pernah nggak kita ngerasa suka tiba-tiba ngantuk di siang hari padahal malem harinya ngerasa udah tidur cukup? Hati-hati nih guys! Bisa jadi itu tanda gejala dari hipersomnia. Kalo insomnia itu penyakit susah tidur, berbeda dengan hipersomnia. Bisa dibilang hipersomnia ini adalah kebalikannya, yakni penyakit yang ngebuat kita cepat ngerasa ngantuk. Hipersomnia bisa nyerang siapa aja, bahkan kita yang remaja pun bisa terkena penyakit ini.

 

Tingkat keparahan dari hipersomia sendiri dipengaruhi oleh gaya hidup dan faktor lingkungan sekitar. Gaya hidup yang nggak sehat seperti suka minum-minuman keras, sering begadang, ngonsumsi obat berlebihan bisa jadi salah satu faktornya. Faktor lingkungan kayak perubahan shift kerja terlalu sering juga bisa ngebuat otak kita kebingungan untuk mengatur waktu tidur, lingkungan yang terlalu berisik sehingga kita ngalamin susah tidur secara terus menerus juga bisa jadi pemicunya.

Selain itu ada juga faktor dari penyakit kayak kondisi mental depresi dan gampang cemas yang bisa ngebuat kita ngerasa nggak nyenyak dan akhirnya bisa kehilangan waktu tidur di malam hari. Penyakit fisik kayak asma nokturnal, kelenjar tiroid dan penyakit kronis lainnya yang dapat ngeganggu waktu tidur juga termasuk. Faktor-faktor ini tentu dapat berbeda pada setiap orang.

Tanda-tanda hipersomnia juga dapat dikenali dengan mudah lho, di antaranya pada siang hari kita ngerasa kehilangan semangat dan hanya memikirkan untuk tidur, diliputi rasa ngantuk yang terus menerus, cenderung kehilangan emosi dan gairah untuk bersosialisasi, kemampuan berpikir dan membuat keputusan yang lambat karena otak kita dikelilingi dengan rasa kantuk, nggak bisa berkonsentrasi dan di pagi hari bangun dalam keadaan nggak fresh.

Coba deh itung, kalo kita ngalamin lebih dari tiga tanda di atas artinya kita harus segera mencari solusi untuk hipersomnia ini. Solusinya yakni, jauhkan benda yang dapat ngeganggu kualitas tidur kita, seperti matikan cahaya dari lampu kamar, handphone, atau gadget yang bisa menimbulkan kita untuk tetap terjaga. Kedua, olahraga teratur dan terkena sinar matahari di pagi hari selama 30 menit bisa ngebantu memperbaiki pola tidur. Jika cara-cara diatas kurang efektif, kita bisa langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Tapi seperti kata pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati, nah biar kita nggak kena penyakit hipersomnia ada kok beberapa langkah yang bisa kita lakukan, diantaranya stop kebiasaan ngerokok dan minuman yang ngandung kafein, berhenti ngonsumsi obat tidur dan obat-obatan yang dapat memicu rasa kantuk, atur jadwal olahraga dan tetapkan waktu tidur. Point terakhir emang cukup sulit nih, kita harus konsisten dengan jadwal olahraga dan tidur yang udah dibuat tapi lama kelamaan tubuh kita akan terbiasa kok dengan pola tersebut.

Leave a Comment