Serbuan Batik Printing Dari Luar Batik Walang Produk Tancep Anjlok

0 144

Serbuan Batik Printing Dari Luar Batik Walang Produk Tancep Anjlok

Ada beberapa jenis motif batik khas Kabupaten Gunungkidul seperti Batik Sekar Jagad Gunungkidul, Walang Sinanding jati, dan Walang jati kencono,  itulah tema dasar yang diusung sentra industri batik yang berada di Dusun Sumberan, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Batik hasil karya Mas Daru dibantu istrinya, memang sangat terlihat warna-warna alami yang digoreskan pada hasil industri rumah tangga tersebut. Selain warna-warna dengan bahan pewarna getah berbagai buah dan tumbuhan, juga pewarna kimia, terlihat motif batik yang dihasilkan memang khas. kalau Jumlah produksi batik tulis memang masih terbatas, karena ia memang menekuni proses produksi batik secara tradisional, kata Widyaningrum, istri Daru, beberapa waktu yang lalu.

Harganyapun kalau batik tulis, untuk satu lembar kain batik berkisar antara Rp. 600 ribu rupiah sampai dengan Rp. 2 juta rupiah, bergantung kepada desain, kerumitan pengerjaan dan jumlah seri produksi yang terbatas. Dulu Sentra industri Batik Tancep bisa  mengerjakan produksi massal pesanan dari Pemkab Gunungkidul. Yaitu batik untuk seragam khas Gunungkidul, yang dikenal sebagai “Batik Walang”. Produksi massal dilakukan dengan  batik cap-capan. Tetapi sudah sekitar 3 tahun terakhir ini penjualan sangat menurun bahkan sampai 60% penurunanya dibandingkan sebelumnya. Menurut Widyaningrum ini disebabkan oleh serbuan Batik Walang printing yang berasal dari luar Gunungkidul.

Kalau boleh menggunakan printing, sebenarnya juga bisa lebih murah harganya dari pada batik printing yang dari luar itu, tetapi tetap komitmen dan bertanggung jawab untuk menggunakan batik cap. Dinas-dinaspun sekarang banyak yang sudah mengambil batik printing yang dari luar tersebut, karena mereka tidak bisa membedakan antara batik printing dengan batik cap. Harus ada solusi dari pemerintah supaya ada pemahaman antara batik printing dengan batik cap, sehingga masyarakat tidak merasa dikelabuhi dan ia berharap supaya pengkab Gunungkidul masih mau menggunakan produk hasil karya warga Gunungkidul sendiri.

Bupati Gunungkidul, H. Badingah, S.Sos, ketika dikonfirmasi masalah penurunan penjualan produk batik tancep, mengatakan, masyarakat belum bisa membedakan antara batik printing dan batik cap, dalam hal ini perlu sosialisasi kepada masyarakat. Sebenarnya, lanjut Badingah, sudah disuport, bagaimana caranya supaya batik bisa berkembang, setelah batik digunakan untuk  seragam sekolah dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu sudah sangat luar biasa. Kalau sekarang jadi menurun pemasaranya, pengusaha batik juga harus instrospeksi dan berupaya bagaimana bisa berkembang, dengan promosi, pemasaran termasuk membangun jaringan. Terkait dengan dinas-dinas yang sudah tidak memesan batik walang yang dari tancep, malah memilih batik printing yang dari luar Gunungkidul, Badingah mengatakan, kalau masalah itu bisa diarahkan, tetapi pengusaha sendiri juga jangan sampai mematok harga yang terlalu tinggi.

Source http://www.pastvnews.com/ http://www.pastvnews.com/aneka-warta/serbuan-batik-printing-dari-luar-batik-walang-produk-tancep-anjlok.html
Comments
Loading...