Sentra Kreatif: Maksimalkan Eksistensi Batik Batang

0 206

Sentra Kreatif: Maksimalkan Eksistensi Batik Batang

Potensi yang dimiliki Batang dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu adanya tradisi batik Batang. Batik Batang merupakan warisan kebudayaan lokal yang telah ada sejak ratusan tahun silam, sehingga dalam batik tersebut tertanam kearifan budaya lokal yang tercermin pada desain dan motif batiknya. Batik Batang yang terkenal dengan batik tulisnya memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri. Batang memiliki beberapa tipe batik yang terbentuk akibat pengaruh pesisir dan keratoran yang ada di wilayahnya. Tipe batik yang terbentuk yaitu : batik sogan yang saat ini berada di Desa Proyonanggan dan sekitarnya; batik tipe pesisiran yang berada di Desa Denasri, Desa Masin, dan sekitarnya : batik Rifaiyahan yang berada di Desa Kalipucang : dan batik dengan pewarnaan alam yang saat ini tengah dikembangkan di Desa Kaliboyo dan Sodong.

Lokasi Batang yang bersebelahan langsung dengan Sentra Batik Nasional yakni Kota Pekalongan memberikan dampak terhadap batik Batang. Kota Pekalongan yang awalnya merupakan kesatuan dari Kabupaten Batang, kini telah memantapkan identitas dirinya sebagai salah satu kota industri batik terbesar. Tingginya aktivitas industri batik di Pekalongan memang memudahkan pengrajin batik Batang dalam memperoleh bahan baku, namun industri batik Pekalongan yang cenderung mengejar target penjualan (terlihat dari ragam teknik pembuatan batik massal yang ada mulai dari cap, sablon, hingga printing) membuat batik Batang tak mampu bersaing sebagai sebuah industri batik. Terlebih mengingat usaha batik di Batang didominasi dengan batik tulis yang pengerjaannya membutuhkan waktu yang lama. Sebagai wilayah yang memiliki tradisi dan budaya batik tulis, Kabupaten Batang perlu meningkatkan potensi batik wilayahnya untuk dapat bersaing pada era masa kini.

Tradisi batik Batang yang mulai memudar akibat kurangnya peluang batik tulis Batang di pasaran memerlukan upaya-upaya untuk meningkatkan eksistensinya dalam dunia pembatikan. Upaya tersebut tidak dapat dilakukan dalam jangka pendek karena diperlukan tahapan-tahapan pembangunan seperti peningkatan kapasitas pengrajin batik batang, pengembangan produk batik, hingga ke pemasaran. Dalam  upaya pembangunan tersebut, dibutuhkan pula kerjasama partisipatif dari semua pihak terkait mulai dari pengrajin, pengusaha, designer, hingga ke pemerintah lokal maupun pusat.

Program yang dimiliki oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berhubungan dengan peningkatan kepariwisataan dan ekonomi kreatif di daerah ialah program Sentra Kreatif Batik (SKB). Dalam program yang telah berjalan sejak 2012 ini, Kemenparekraf berupaya untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia yang dapat meningkatkan ekonomi kreatif lokal daerah. Melalui program ini, Kabupaten Batang bersama 4 wilayah lainnya (Kabupaten Magelang, Toraja, Pacitan dan Manggarai Barat) terpilih sebagai pilot project di mana setiap tahun diadakan kegiatan-kegiatan untuk memajukan batik di tiap wilayahnya. Hasil akhir yang diharapkan tidak hanya peningkatan pariwisata dan ekonomi kreatif tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan juga pelestarian budaya lokal.

Pada tahun 2012, program SKB difokuskan pada litbang dan peningkatan kapasitas pembatik. Hal ini diimplementasikan dengan kegiatan pemetaan kondisi umum wilayah dan potensi batik serta pelatihan batik pewarnaan alam. Dari hasil pemetaan dipilih 6 desa yang dapat mewakili Kabupaten Batang yaitu Desa Kalipucang, Denasri, Masin, Proyonangggan, Kaliboyo dan Sodong. Dari 6 desa tersebut, empat desa merupakan desa yang telah memiliki tradisi membatik (Desa Kalipucang, Masin, Denasri, dan Proyonanggan) sementara dua desa lainnya (Desa Kaliboyo dan Sodong) ialah desa yang baru mengenal batik. Keenam desa tersebutlah yang menjadi fokus utama pengembangan sentra batik Batang. Bapak William Kwan sebagai peneliti batik sekaligus pelopor program sentra kreatif batik ini bersama-sama dengan Ibu Kahfiati Kahdar (Dosen ITB dan peneliti) sebagai Koordinator Wilayah memimpin program SKB Batang di tahun 2012.

Source Sentra Kreatif: Maksimalkan Eksistensi Batik Batang Batik
Comments
Loading...