Sentra Batik Sumenep

0 375

Sentra Batik Sumenep

Sentra batik tulis yang ada di Desa Pakandangan Barat, Bluto, Sumenep, Madura sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan Kerajaan Sumenep yang saat itu masih berdiri. Sampai sekarang sentra batik tersebut masih bertahan. Sembari tetap mempertahankan tradisi batik tulis, mereka tetap mengikuti perkembangan motif dan desain dalam membatik. Desa Pakandangan Barat, Bluto, Sumenep, sudah terkenal sebagai sentra produksi batik tulis sejak zaman Belanda. Bahkan, sentra kerajinan batik tulis di desa ini sudah mulai kondang sejak Kerajaan Sumenep masih eksis hingga berakhir di bawah kekuasaan Ario Prabuwinoko pada tahun 1926-1929.

Bila motif batik buatan desa ini banyak dipengaruhi tradisi keraton. Misalnya, terlihat motif kipas yang sudah ada sejak tahun 1930-an. Kipas itu sejak zaman dulu paling banyak dipakai para putri raja. Sejak zaman keraton itu pula, pekerjaan membatik ini berlangsung turun temurun. Taufan merupakan salah satu pemilik sentra batik yang ada di Sumenep. Taufan mendapatkan keahlian membatik dari orang tuanya. Ia merupakan generasi ketiga yang melanjutkan usaha batik tulis dari tangan ibunya, Tarwiyah. Achmad Zaini merupakan salah satu pemilik Sentra Batik Tulis Melati membenarkan, kegiatan membatik di desanya sudah turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Ia sendiri merupakan generasi kedua yang mengelola Sentra Batik Tulis Melati.

Zaman dulu pekerjaan membatik hanya dianggap sebagai pekerjaan sampingan. Umumnya, masyarakat lebih mengutamakan bertani atau melaut yang hasil ekonominya lebih pasti. Makanya, ketika pelanggan sekarang cenderung menyukai warna cerah dalam berbatik, ia pun membubuhkan warna merah, kuning, hijau dalam batiknya. Padahal, dulu batik selalu memiliki warna khas yang gelap, seperti hitam atau cokelat. Selain itu, meskipun belum masif, ia juga mulai membuat desain Batik Gaul.

Source Sentra Batik Sumenep Batik
Comments
Loading...