Sentra Batik Sukaraja Di Tasikmalaya

0 72

Sentra Batik Sukaraja Di Tasikmalaya

Para pengrajin batik Sukaraja, Kab.Tasikmalaya sebagian besar telah gulung tikar, karena kesulitan untuk mencari generasi muda yang mau menjadi penulis batik. Perempuan muda di daerah Sukaraja memilih bergerak sebagai pegawai di usaha bordir yang menjamur.

“Terus terang, sekarang tinggal beberapa pengusaha saja, sedangkan lainnya sudah berhenti. Kita sebagai pengrajin batik di Sukaraja, kesulitan mencari anak-anak muda atau gadis yang mau bekerja menjadi penulis batik,” kata Kurnia, pengrajin batik tradisional Sukaraja, Kab. Tasikmalaya.

Menurut Kurnia, jauh sebelumnya daerah Sukaraja dikenal sebagai sentra batik khas dari Kab.Tasiikmalaya. Sedangkan kalau Ciroyom sendiri, sentra batik di Kota Tasikmalaya. Saat itu, hampir sebagian besar di warga Sukaraja bergerak di usaha batik.

“Namun, perlahan-lahan usaha batik redup. Ketika di Kota Tasikmalaya berkembang pesat , sedangkan di Sukaraja tidak demikian. Kita pesanan banyak, tetapi yang membuat atau penulis batiknya hampir tidak ada. Makanya, kesulitan untuk memenuhi pesanan itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tasikmalaya Tantan  Rustandi mengatakan, pertumbuhan batik tradisional di Ciroyom, Kec. Cipedes, Kota Tasikmalaya, cukup menggembirakan. Hal itu dilihat dari pesanan produksi dan pertumbuhan pengrajin cukup pesat.

“Saat ini, sudah ada 36 pengusaha batik tradisional dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 400 orang. Pesanannya juga cukup besar, baik dari konsumen local maupun dari luar,” ujarnya.

Hanya saja, kata Tantan sekarang ini kendala dihadapi oleh para pengrajin batik di Kota Tasikmalaya yaitu kesulitan alat canting yang biasa digunakan untuk membuat. Biasanya, mereka harus mencari ke Cirebon atau Pekalongan, Jawa Tengah. “Selain langka, harganya juga cukup mahal yaitu satu buah canting bisa diatas Rp 1 juta,” katanya.

Ketika ditanya langkah apa yang akan dilakukan oleh pihaknya untuk atasi masalah itu, dijawab oleh Tantan akan melakukan pelatihan untuk membuat canting. Dia akan mencari orang-orang khusus yang biasa membuat canting, lalu ada beberapa orang dari perwakilan pengrajin untuk dilatih. Dengan demikian, nanti setiap pengrajin bisa membuat canting sendiri.

“Setiap pengrajin butuh banyak canting, karena terkait dengan motif yang akan digunakan dalam kain untuk membuat batiknya. Jika harus terus membeli dengan harga mahal, jelas akan merugikan pengrajin,” ujarnya.

Source https://kerajinanindonesia.id/amp/ https://kerajinanindonesia.id/amp/sentra-kerajinan-batik-sukaraja-di-tasikmalaya/
Comments
Loading...