Sentra Batik Kebumen

0 371

Proses batik pertama kali di Kebumen bernama teng-abang atau blambangan, selanjutnya proses terakhir dikerjakan di Banyumas atau Solo. Sekitar awal abad ke-20 untuk membuat polanya dipergunakan kunir yang capnya terbuat dari kayu. Pada awalnya perajin batik di Kebumen menggunakan pewarna alam untuk batiknya. Sekitar tahun 1920 mulai digunakan pewarna sintetis. Seiring berjalannya waktu batik tidak hanya dikerjakan dengan teknik tulis, sekitar tahun 1930 pemakaian cap dari tembaga dikenalkan di Kebumen oleh Purnomo dari Yogyakarta.

Sentra Batik Kebumen terletak di Desa Watubarut Kecamatan Kebumen, Desa Seliling Kecamatan Alian, Desa Jemur Kecamatan Pejagoan, Kampung Tanuraksan Desa Gemesekti, Batil, Surotrunan, Kambangsari, Pesawahan dan Ganggengan. Desa Watubarut yang menjadi cikal bakal usaha batik tulis, aktivitas batik membatik kini benar-benar punah, lantaran tak ada generasi penerus untuk mengembangkan usaha batik di desa ini.

Kegiatan membatik mulai ditinggalkan seiring menurunnya minat masyarakat untuk membatik, kurangnya permodalan serta masyarakat menganggap tidak prospeknya usaha membatik. Proses membatik memerlukan ketekunan dan menyita banyak waktu, namun keuntungan yang dihasilkan tidak sebanding dengan tenaga dan waktu yang dibuang.

Upaya Pemkab setempat dalam mengembangkan industri kreatif batik belum menjadi prioritas. Meski bukan merupakan prioritas, namun bisa dikatakan bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Kebumen terhadap keberadaan industri batik ini sangat besar. Beberapa tindakan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kebumen antara lain Inventarisasi jumlah perajin, inventarisasi jumlah dan jenis motif Batik Kebumen. Sosialisasi produk, memperkenalkan produk batik Kebumen kepada masyarakat Kebumen maupun masyarakat luar. Pelatihan pengembangan keterampilan, pendaftaran HKI atas beberapa motif Batik Kebumen,

Source Sentra Batik Kebumen Batik
Comments
Loading...