Sentra Batik Demak

0 289

Sentra Batik Demak

Sudah tiga tahun terakhir, batik Demak telah turut menyebarkan budaya dan sejarah daerah di pesisir utara Jawa Tengah. Motif batik ini tidak hanya bicara soal sejarah dan kekayaan alam, tetapi juga memadukan motif klasik dengan motif batik kontemporer.

Belajar dari usaha dagang batik yang dirintis ibunya, perajin batik Sri Setyani (52) yang ditemui di Kelurahan Mangunjiwan, Demak Kota, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pertengahan Januari 2013, berharap memindahkan kekayaan alam dan sejarah Demak atau dikenal motif Demakan ke dalam karya setiap kain batiknya. Dengan demikian, tidak hanya penggemar batik, tetapi juga orang lain semakin tahu soal Demak.

Sri Setyani mengatakan, sudah puluhan tahun dia membantu ibunya berjualan batik. Batik itu diambil dari Pekalongan dan Solo. Motif batik yang ada jarang sekali yang bermotif kekayaan alam. Kalau toh ada, batik dengan motif itu terbatas. Padahal, banyak pembeli menginginkan ada batik khas daerah tertentu. Sri Setyani berpikir, pola batik klasik seperti Sidomukti atau Parangbarong sesungguhnya dapat lebih diperkaya dengan motif buah-buahan atau lambang dominan pertanian maupun kekayaan laut.

Kerajinan batiknya tumbuh tahun 2009 seiring dengan gairah daerah mendorong kerajinan batik lokal. Motif-motif batik Sri Setyani sederhana, tidak jauh dari kekayaan alam di sekitarnya. Perpaduan motif jambu, belimbing, serta motif hiasan Masjid Agung yang ditorehkan di selembar kain katun ternyata banyak peminatnya.

Keuletan Sri Setyani membuat batik-batik motif Demakan, ternyata dapat perhatian khusus dari Pemkab Demak. Produk batiknya bisa mengikuti pameran-pameran busana, batik, serta pemeran batik dan kerajinan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jakarta, juga DI Yogyakarta. Setiap pameran, Sri Setyani tidak hanya memopulerkan batik motif Demakan, tetapi juga memperluas pasar.

Prospek kerajinan batik, menurut Sri Setyani, sangat bagus. Perajin batik saat ini baru ada delapan di Demak. Pemasaran batiknya sudah merambah Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Namun, diakuinya, pihaknya sudah kewalahan melayani permintaan pasar lokal saja.

Pasar lokal terbangun dari promosi batik motif Demakan melalui pameran, bazar tiap minggu di alun-alun, juga promosi lewat baju batik yang dipakai para pegawai negeri di Pemkab Demak. Itu semua disambut antusias masyarakat. Hasilnya, sejumlah sekolah juga menjadikan baju batik bagian seragam guru dan siswa sehari dalam sepekan.

Source Sentra Batik Demak Batik
Comments
Loading...