Seniman Di Gunung Kidul Lestarikan Batik Lewat Mural

0 34

Seniman Di Gunung Kidul Lestarikan Batik Lewat Mural

Batik telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia. Untuk melestarikan batik, pemuda asal Kepek, Wonosari ini mencoba melakukannya dengan cara yang unik. Adalah Guntur Susilo yang bersama masyarakat sekitar rumah tinggalnya membuat kampung batik.

Tidak hanya bersama tetangganya tetapi ia mencoba kolaborasi dengan seniman lokal DIY untuk menghias kampungnya dengan mural bertemakan batik. “Mural batik di tembok-tembok warga untuk menyambut hari batik yang diperingati pada 2 Oktober mendatang,” tuturnya.

Guntur mengaku dirinya melatih masyarakat sekitar terutama ibu-ibu untuk membuat batik sejak 2010 dan sudah dapat melatih setidaknya 20 orang.

Ia telah mampu membuat pola batik sendiri diantaranya dinamakan batik wonopawiro, batik manding kepek, batik wonopawiro menceritakan sejarah terbentuknya kabupaten Gunungkidul. Usahanya membuat kampung batik ini direspon oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang pada 20 Oktober mendatang kampung batik akan diluncurkan.

Ia mempromosikan kampung batik ini dengan memanfaatkan media sosial, tidak hanya soal keindahan visual batik saja yang diangkat tetapi ia juga menyelipkan pesan moral agar bijak dalam berinternet, tidak menyebar luaskan berita hoax serta ujaran kebencian.

“Dalam promosi di media sosial kami selipkan isu-isu itu, dan kami punya slogan yang berbunyi mending nyanthing mbangane nyonthong (Mending mencanthing dari pada hanya berbual),” terangnya.

Ia berharap kedepannya masyarakat tidak hanya membatik tetapi juga memanfaatkan ruang tamu sebagai showroom untuk memasarkan batik.

“Harapan ke depannya kami akan mendisplay batik-batik hasil karya kampung kepek di setiap ruang tamu. Jadi memanfaatkan ruang tamu sebagai show room batik,” tuturnya. Ia mengatakan saat ini kampung batik di kepek masih belum dijamah oleh pemerintah kabupaten Gunungkidul.

“Belum, mungkin malah tidak tahu soal kampung batik kepek ini,” terangnya.

Sementara itu satu diantara seniman mural asal Wonosari, Ismu mengatakan seniman dibebaskan untuk menggambar di tembok-tembok warga dengan tema batik.

“Tema tetap batik, tetapi disini seniman diberi kebebasan untuk mengintepretasikan batik sesuai pandangan masing-masing seniman,” tuturnya. Dalam pembuatan mural batik ini para seniman patungan untuk membeli cat. “Kami seniman patungan untuk membeli catnya, tetapi ada juga seniman yang sudah membawa sendiri catnya,” terang Ismu.

Source http://jogja.tribunnews.com http://jogja.tribunnews.com/2018/07/04/seniman-di-gunungkidul-ini-lestarikan-batik-melalui-mural?page=all
Comments
Loading...