Sel Volta / Galvani

  • Potensial  elektrode  standar (Eo), adalah potensial elektrode yang diukur pada suhu 25oC dan tekanan parsial 1 atm, dimana  konsentrasi  ion-ion yang terlibat  dalam reaksi adalah 1 M.
  • Potensial elektrode standar dapat digunakan untuk memperkirakan apakah suatu reaksi redoks berlangsung  secara spontan atau tidak .
  • Potensial  sel  adalah kemampuan maksimum sel untuk mendorng elektron mengalir melalui rangkaian luar.
  • Sel volta digolongkan menjadi sel primer, sel sekunder dan bahan bakar.

Reaksi kimia yang menghasilkan energi listrik

Katode : kutub (+) dan Anode : kutub (–) => disingkat KAPAN

Potensial listrik yang dihasilkan sel Volta disebut potensial sel (Eosel ). Reaksi berlangsung spontan bila besarnya Eosel = positif (+).

Deret Volta : Li–K–Ba–Ca–Na–Mg–Al–Mn–(H2O)–Zn–Cr–Fe–Cd–Ni–Co–Sn–Pb–H–Cu–Hg–Ag–Pt–Au

  • Makin ke kiri : Eo kecil, mudah dioksidasi, reduktor kuat, logam makin reaktif
  • Makin ke kanan : Eo besar, mudah direduksi, oksidator kuat, logam kurang reaktif

Beberapa Sel Volta Komersial :

a. AKI

Sel aki terdiri atas anode Pb dan katode PbO2, keduanya merupakan zat padat, yang dicelupkan dalam larutan asam sulfat.

Reaksi pengosongan aki :

Anode  : Pb + HSO4 → PbSO4 + H+ + 2e

Katode : PbO2 + HSO4 + 3H+ + 3e → PbSO4 + 2H2O

             Pb + PbO2 + 2HSO4 + 2H+ → 2PbSO4 + 2H2O

Reaksi pengisian aki :

Katode (Pb) : PbSO4 + H+ + 2e → Pb + HSO4

Anode (PbO2) : PbSO4 + 2H2O → PbO2 + HSO4 + 3H+ + 2e

2PbSO4 + 2H2O → Pb + PbO2 + 2HSO4 + 2H+

b. BATERAI KERING (SEL LECLANCHE)

Terdiri atas suatu silinder seng (anode) yang berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), grafit (katode), dan sedikit air.

Reaksi :

Anode : Zn → Zn2+ + 2e

Katode : 2MnO2 + 2NH4+ + 2e → Mn2O3 + 2NH3 + H2O

Zn + 2NH4+ + 2MnO2 → Zn2+ + Mn2O3 + 2NH3 + H2O

c. BATERAI NIKEL-KADMIUM

Reaksi sel :

Anode : Cd + 2OH → Cd(OH)2 + 2e

Katode : NiO2 + 2H2O + 2e → Ni(OH)2 + 2OH

Cd + NiO + 2H2O → Cd(OH)2 + Ni(OH)2

Leave a Comment