Sejarah Singkat Industri Batik Nakula Sadewa

0 278

Sejarah Singkat Industri Batik Nakula Sadewa

Dimulainya dari tangan seorang laki-laki yang bernama Bambang Sumardiyono adalah anak dari R. Wedono Danu Riyadi adalah seorang pegawai Kawedanan DIY dan R. Nganten Sumartiyah seorang anak prajurit Kraton Yogyakarta yang diwajibkan untuk bisa membatik menyebabkan Bambang kecil lahir dan tumbuh besar dilingkungan yang berhubungan langsung dengan dunia perbatikan. Semasa kecil ibunya pernah mengatakan kepada Bambang bahwa beliau mengiginkan kelak Bambang bisa pergi ke luar negeri seperti pamannya yang bernama Sutambo seorang penari kraton yang dengan mudah dapat keliling dunia karena karya seninya. Ibu dari Bambang waktu itu mengiginkan Bambang menjadi seorang seniman supaya dapat mengikuti jejak pamannya tersebut untuk ke luar negeri, akan tetapi ayahnya mengatakan, jika Bambang ingin selamat dunia dan akhirat Bambang harus menjadi seorang guru. Perkataan dari ayahnya sangat melekat di pikiran Bambang waktu itu, tetapi Bambang juga ingin memenuhi cita-cita dari ibunya.

Setelah lulus dari bangku SMA, Bambang yang mulai beranjak dewasa mengikuti saran dari ayahnya sebagai kepala keluarga untuk melanjutkan kuliah di universitas yang dapat menjadikanya sebagai seorang guru. Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa adalah perguruan tinggi pilihan Bambang untuk menimba ilmuilmu keguruan sesuai dengan amanah ayahnya, Bambang memilih jurusan Sosiologi di universitas tersebut, setelah beberapa tahun menempuh perkuliahan Bambang memutuskan untuk membagi waktu kuliah dengan bekerja selain untuk membantu kedua orang tuanya juga untuk menambah uang saku kuliah. Bambang memutuskan untuk bekerja di Industri Batik Ardiyanto Galery karena sesuai dengan keahlianya membatik yang didapat dari ibunya selama ini. Setelah memasukkan lamaran pekerjaan ternyata Bambang langsung diterima akan tetapi bekerja menjadi seorang tukang kebun dan bukan sebagai pembatik sesuai dengan ketrampilan yang dimilikinya.

Setelah beberapa bulan bekerja Bambang diangkat sebagai petugas keamanan di industri batik tersebut dan tidak lama setelah itu Bambang berpindah tempat kerjanya dari bagian keamanan ke bagian kasir karena keahlianya berbahasa Inggris cukup baik di antara karyawan yang lainya. Jenjang karir Bambang sebagai karyawan sangat baik, setelah menjadi kasir Bambang dipercaya untuk menjadi pimpinan dua buah toko yang ada di kawasan Malioboro Yogyakarta yang menyebabkannya memiliki pengetahuan lebih menjadi seorang pengusaha batik. Berawal pada posisi pekerjaanya yang cukup baik dan sangat menyita waktu menyebabkan Bambang kesulitan melakukan pembagian waktu antara perkuliahan dengan pekerjaan, kemudian setelah kuliahnya memasuki semester tujuh Bambang memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliahnya dan akan serius menjalani pekerjaanya tersebut dan untuk sementara menunda keinginannya mewujudkan cita-cita dari ayahnya. Berbekal pengalaman bekerja selama 6 tahun di Industri Batik Ardiyanto dan dukungan dari istrinya yang bernama Cicik Mulyaningtyas, Bambang Sumardiyono mengundurkan diri dari pekerjaanya dan memberanikan diri untuk memulai usaha batik sekala rumahan dengan nama Rumah Produksi Batik Nakula Sadewa terletak di Jl. Kapten Haryadi 9B, Triharjo, Sleman Yogyakarta.

Source http://eprints.uny.ac.id/38067/1/Krisna%20Kurniawan_07206244003.pdf
Comments
Loading...