Sejarah Singkat Batik Jumputan

0 1.162

Sejarah Batik Jumputan

Batik dapat berkembang pesat di Indonesia bahkan mulai dikenal di luar negeri. Proses pembuatan batik memang mempunyai ciri tertentu karena keindahannya dan ketelitiannya serta keunikannya, sehingga banyak dikagumi oleh masyarakat baik dalam negeri ataupun luar negeri.

Pengertian Batik Jumputan

Di sini yang akan di perkenalkan adalah mengenai Batik Jumputan (batik celup ikat). Batik Jumputan adalah batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, di ikat dengan tali di celup dangan warna. Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali. Tali berfungsi sama halnya dengan malam yakni untuk menutup bagian yang tidak terkena warna.

Kata jumputan berasal dari bahasa jawa. Menjumput berarti memungut atau mengambil  dengan semua ujung jari tangan. cara pembuatan kain batik jumputan sangat sederhana dan mudah dilakukan karena tidak menggunakan lilin dan canting. Batik jumputan dibuat dengan cara menjumput kain yang di isi biji-bijian sesuai dengan motif yang di kehendaki, selanjutkan mengikat, dan terakhir melakukan pencelupan kedalam warna. Meskipun dengan cara sederhana. Hasil kain batik jumputan tidak kalah indah dengan jenis batik yang lain. Batik jumputan merupakan suatu karya seni yang mempunyai nilai budaya dan nilai ekonomi tinggi.

Menurut sejarah, teknik celup ikat berasal dari tiongkok, teknik ini kemudian berkembang sampai keindia dan wilayah-wilayah nusantara. Teknik celup ikat diperkenalkan ke nusantara oleh orang-orang india melalui misi perdagangan teknik ini mendapat perhatian besar terutama karena keindahan ragam hiasnya dalam rangkaian warna-warna yang menawan. Penggunaan teknik celup ikat ini antara lain di Sumatra, khususnya Palembang, di Kalimantan Selatan, Jawa dan Bali.

Dalam proses pewarnaan batik jumputan, jaman dahulu zat pewarna yang digunakan berasal dari alam. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi zat pewarna alami mulai di tinggalkan hal ini terjadi terutama karena pewarna sintesis memiliki jumlah warna yang hampir tak terbatas, disamping itu juga proses pewarnaan alam juga lebih rumit pewarna sintesis. Meskipun demikian, keduanya memiliki keunggulan masing-masing.

Source Sejarah Batik Jumputan Batik Jumputan
Comments
Loading...