Sejarah Penyebaran Batik Jawa

0 124

Sejarah Penyebaran Batik Jawa

Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik. Walaupun kata “batik” berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat.  Beberapa ahli berpendapat bahwa batik di tanah Jawa baru diproduksi pada pertengahan abad ke-18, karena pada masa tersebut belum terdapat kain yang diyakini cocok untuk dibatik dengan menerapkan desain rumit. Meskipun demikian, Kata ‘batik’ tercantum dalam rekening muatan kiriman barang pada tahun 1641 dari Batavia (Jakarta) ke Sumatera.

Salah satu referensi sejarah yang merekam budaya batik di tanah Jawa adalah sisa-sisa peninggalan kerajaan Majapahit yang berupa arca. Banyak ragam hiasan pada arca tersebut yang memperlihatkan motif-motif layaknya batik. Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa pada masa penciptaan batik, tradisi ini hanya diperuntukan bagi kalangan kerajaan saja, sehingga terkesan terbatas. Namun, seiring berkembangnya zaman, batik yang banyak dikerjakan oleh para pekerja di kalangan kerajaan mulai dibawa ke masyarakat luar. Hal ini dikarenakan banyaknya pekerja di kerajaan yang berdomisili di daerah di luar kerajaan tersebut. Akibatnya, batik mulai dijadikan suatu pekerjaan keseharian bagi masyarakat karena dapat bernilai jual. 

Seiring dengan runtuhnya kerajaan Majapahit, tradisi membatik tetap berlanjut di masa penguasaan kerajaan Islam, khususnya pada masa sesudah kerajaan Mataram (1588–1681). Kerajaan Mataram merupakan cikal bakal lahirnya kesultanan Yogyakarta dan kasunanan Surakarta. Kedua daerah ini sangat erat kaitannya dengan perkembangan batik tradisional Indonesia. Kesultanan Surakarta sebagai salah satu pecahan dari kerajaan Mataram, memiliki motif batikyang khas yaitu Sidomukti dan Sidoluruh.
Motif Sidomukti biasanya diterapkan sebagai pakaian pengantin dalam upacara pernikahan, dengan pengharapan bahwa akan adanya kebahagiaan dan kesejahteraan bagi sang pengantin yang menggunakan batik tersebut. 
Sementara itu, motif Sidoluhur memiliki makna suatu pengharapan agar si pemakai dapat berhati serta berpikir luhur sehingga dapat berguna bagi masyarakat banyak. Di Yogyakarta sendiri, batik pertama kali dikenal pada masa kerajaan Mataram I, di bawah kepemimpinan Panembahan Senopati. Seperti halnya di masa kejayaan Majapahit, batik yang berkembang di masa kejayaan kesultanan Yogyakarta hanya sebatas dikalangan kerajaan saja (keraton). Tradisi membatik dilakukan oleh para abdi dalem (pembantu kerajaan). Selama masa kesultanan tersebut, ada kalanya orang-orang keraton  menggunakan pakaian batik dalam rangka suatu upacara resmi kerajaan. Hal inilah yang menjadi awal mula batik mulai dikenal oleh masyarakat.
Penyebaran sentra industri batik di pulau Jawa sendiri dipengaruhi oleh beberapa hal:
Perluasan Kerajaan Majapahit
Dalam usaha perluasan wilayah kerajaan Majapahit, beberapa petugas kerajaan dan keluarga kerajaan membawa serta budaya membatiknya ke daerah baru. Seperti yang terjadi di daerah Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo Kabupaten Mojokerto. 
Keruntuhan Majapahit
Pada saat-saat keruntuhan Kerajaan Majapahit banyak keluarga kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke beberapa daerah. Dalam masa pelariannya tersebut, beberapa menularkan ilmu membatiknya kepada warga sekitar sehingga daerah-daerah yang belum mengenal batik bisa mengenal dan memproduksi batik sendiri. Hal ini terjadi di desa Bakaran kecamatan Juwana Kabupaten Pati, dimana terdapat sentra industri batik yang pertama kali dirintis oleh salah seorang keluarga kerajaan Majapahit.
Perang Diponegoro
Setelah perang perang Diponegoro (1825-1830)banyak penduduk di wilayah kerajaan Mataram berpindah tempat. Mereka mencari daerah yang lebih aman dari peperangan, seperti Banyumas, Pekalongan, Kebumen, Tasikmalaya dan Ciamis. Dengan adanya penyebaran batik ke beberapa daerah di pulau Jawa, semakin memperkaya khasanah batik tradisional Indonesia. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya motif-motif batik baru yang muncul di daerah-daerah tersebut, dimana setiap daerah mempunyai ciri khas dan motif masing-masing.
Source http://batikdan.blogspot.com/ http://batikdan.blogspot.com/2015/04/sejarah-penyebaran-batik-jawa-motif.html
Comments
Loading...