Sejarah Pasar Batik Jogja

0 615

Sejarah Pasar Batik Jogja

Pasar Beringharjo merupakan pasar yang terkenal dengan berbagai jenis batik yang merupakan salah satu komoditas dagangan yang utama di pasar ini. Batik yang dijual dipasar ini ada yang berupa kain batik dan juga berbagai produk jadi yang mempunyai motif dasar batik lainnya seperti daster batik, celana pendek batik, piyama batik dan berbagai jenis produk yang lain yang maih berbau batik. Pasar ini terletak dibagian ujung selatan daerah Malioboro dan terletak bersebelahan dengan museum sejarah yang mempuyai nama benteng Vrederburg dan pasar ini juga terletak cukup dekat dan berseberangan dengan salah satu Istana Negara yang kita miliki yaitu Gedung Agung.

Pasar Beringharjo telah dikenal ke segala penjuru negeri sebagai salah satu tempat yang bisa menjadi tujuan wisata dan sekaligus juga sebagai tempat yang perdagangan produk batik yang paling utama di kota Yogyakarta. Pasar Beringharjo mendapat julukan sebagai “EENDER MOOISTE PASSER OP JAVA” atau bisa diartikan sebagai pasar yang paling indah yang berdiri di tanah jawa. Pasar yang dibuat dengan menggunakan konstruksi beton bertulang ini dalam bentuk dan penampakan yang sangat dekat dengan arsitektur bergaya tropis ini juga adalah merupakan sebuah pasar tertua yang kehadirannya memiiki berbagai nilai historis dan berbagai nilai filosofis yang memiliki kesatuan sejarah dengan adanya keraton Yogyakarta.

Pasar tradisional Beringharjo terus menerus mengalami perkembangan yang pesat dan pasar ini dibangun di lokasi tanah seluas 2,5 hektar dan pasar ini telah mengalami renovasi dua kali yang terjadi pada tahun 1951 dan direnovasi lagi pada tahun 1970. Perkembangan zaman dan perubahan dalam pemerintahan membuat pasar Beringharjo saat ini telah diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah kota Jogja.

Pasar Beringharjo bisa disebut sebagai salah satu komponen yang cukup utama dalam tata kota kerajaan Islam yang terpola. Pola ini biasa disebut pola catur tunggal. Pola catur tunggal memliki arti 4 elemen menjadi satu empat elemen itu adalah keraton, alun alun, pasar, dan masjid. Pada jaman dahulu yang disebut sebagai pasar beringharjo adalah sebuah lapangan yang luas, dengan tanah yang becek dan ditumbuhi pohon beringin yang cukup banyak. Sementara itu sisi timur pasar Beringharjo ini pada jaman dahulu dipergunakan sebagai bekas makam-makam khusus orang Belanda.

Source Sejarah Pasar Batik Jogja Batik
Comments
Loading...