Sejarah Motif Batik Sleman

0 167

Sejarah Motif Batik Sleman

Batik Sleman adalah batik kreasi baru yang diciptakan atas kreativitas seorang pengusaha batik di Kabupaten Sleman yang bernama Bambang Sumardiyono selaku pemilik Industri Batik Sleman Nakula Sadewa. Batik Motif Sleman ini ditujukan sebagai simbolisasi dari Kabupaten Sleman. Dalam sejarah perkembangan motif batik di Kabupaten Sleman, sudah terlebih dahulu Pemerintah Kabupaten Sleman mengeluarkan motif batik yaitu Motif Batik Sleman Sembada. Motif Batik Sleman Sembada tersebut sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat Kabupaten Sleman, namun tidak setiap orang dapat mengenakan pakaian dengan motif batik Sleman Sembada, karena motif batik ini hanya boleh dikenakan oleh pegawai – pegawai yang ada kaitanya dengan Pemerintah Kabupaten Sleman antara lain Pegawai Kabupaten, Pegawai Kecamatan, Pegawai Kelurahan, dan Guru yang bertugas di wilayah Kabupaten Sleman. Oleh karena itu Bambang Sumardiyono mencoba mengembangkan Batik Sleman dengan motif gajah di industri batiknya agar mengangkat budaya daerah dan semua orang dapat mengenakan motif batik khas Kabupaten Sleman sebagai identitas masyarakat karena batik motif Sleman yang dikembangkan Industri Batik Nakula Sadewa lebih bersifat komersil.

Nama Sleman sendiri jika ditelusuri berasal dari kata Liman (gajah), hal ini karena diperkirakan pada masa Kerajaan Mataram Kuno yang di ungkapkan oleh Poerbacaraka, dalam buku Sartono Kartodirdjo dkk (1975:85) yang berjudul Sejarah Nasional Indonesia II menyebutkan bahwa dahulunya Kerajaan Hindu Mataram ini beribukota di Kunjarakunja (asal gajah). Kunjarakunja ini berada di sekitar Gunung Merapi yang terbenam dan terkubur oleh lahar dingin dari letusan Gunung Merapi. Daerah Kunjarakunjadesa ini dalam buku Sejarah Nasional Indonesia II dijelaskan bahwa menurut H. Kern, yang di anaut juga oleh Krom, terletak di India Selatan, dekat Travancore. Pendapat ini dibantah oleh Stutterheim yang berpendapat bahwa tempat tersebut haruslah dicari di pulau Jawa Tengah saja, terutama di daerah kedu. Sedangkan menurut Poerbacaraka Kunjarakunjadesa (gajah hutan daerah atau daerah hutan gajah) disamakan dengan alas ing (sa) liman (hutan gajah) atau Sleman sekarang.

Motif tersebut menjadi sangat berkaitan dengan sejarah terbentuknya Kabupaten Sleman. Dalam sejarah perbatikan sebutulnya sudah ada terlebih dahulu yang menggunakan motif binatang Gajah yaitu motif Gajah Birowo, tetapi dalam batik sleman penciptaan motifnya dihubungkan dengan sejarah Kabupaten Sleman dan pembentukan figur gajah sangat realis. Batik sleman termasuk dalam golongan batik kontemporer atau batik moderen, batik modern adalah batik yang susunan ornamen motif sebetulnya sudah mendekati kepada kebebasan mencipta dalam pembuatan motif maupun pewarnaan. Bentuk motif gajah antara batik motif Gajah Birowo dan batik motif Sleman, bentuk motif gajah yang ada dalam kedua batik tersebut masih memiliki pengaruh dari kebudayaan Hindu-Budha yang masih mengambarkan figur binatang menyerupai aslinya.

Source http://eprints.uny.ac.id/38067/1/Krisna%20Kurniawan_07206244003.pdf
Comments
Loading...