Sejarah Motif Batik Kawung

0 410

Sejarah Motif Batik Kawung

Awalnya Motif Batik Kawung ini hanya boleh dikenakan kalangan keluarga kerajaan, namun setelah Kerajaan Mataram terbagi dua, peruntukannya dikenakan pada golongan yang berbeda juga. Keraton Surakarta, Motif Batik Kawung ini dikenakan oleh para Punokawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) dan para Abdi dalem jajar priyantaka. Sejarah Batik Kawung yang lain menyebutkan bahwa terdapat cerita rakyat dimana seorang pemuda dari desa yang berwibawa juga disegani oleh lingkungannya karena tutur kata yang santun dan bijak hingga menjadi perhatian oleh kalangan keraton Mataram.

Pihak keraton mataram memiliki rasa penasaran yang tinggi atas kemashuran pemuda tersebut, hingga diutuslah seorang telik sandi kepada pemuda tersebut untuk menghadap sang raja. Sang ibu mendengar dari masyarakat setempat bahwa sang putra diundang oleh raja mataram. Hal ini membuat sang ibunda menjadi terharu dan menggantungkan banyak harapan kepada pemuda tersebut. Untuk itulah sang ibunda tersebut membuatkan batik dengan motif kawung, dengan harapan putranya bisa menjaga diri dari hawa nafsu juga menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat banyak. Singkat cerita pemuda tersebut naik pangkat menjadi adipati Wonobodro. Dalam prosesi pengangkatannya sebagai adipati, pemuda tersebut memakai Model Batik Motif Kawung pemberian ibundanya.

Pada umumnya turunan motif batik kawung diberi nama berdasarkan ukuran bentuk bulat-lonjong yang ada pada suatu Motif Batik Kawung tertentu. Misalnya,

  • Motif Batik Kawung Picisyang merupakan motif kawung yang tersusun oleh bentuk bulat-lonjong yang berukuran kecil menyerupai mata uang picis senilai dengan sepuluh senyang.
  • Motif Batik Kawung Bribilmerupakan salah satu jenis motif kawung yang tersusun oleh bentuk bulat-lonjong yang ukurannya menyerupai mata uang bribil senilai setengah sen.
Source https://batik-tulis.com/ https://batik-tulis.com/blog/batik-kawung/ https://batik-tulis.com/blog/model-baju-batik-wanita-modern/
Comments
Loading...