Sejarah Kerajinan Batik Gresik

0 263

Sejarah Kerajinan Batik Gresik yang Dulu Pernah Jaya

Pada tahun 1927 Raja Paku Buwono berkunjung ke rumah gajah Mungkur di kampung kemasan, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik. Ikon gajah Mungkur sampai sekarang masih ada. Namun sekarang ini citra Kota Batik di Gresik sudah sedikit pudar, tidak seperti zaman dulu yang terkenal dengan produksi batiknya sampai dikenal ke Kota Solo.

Rumah Gajah Mungkur beserta patung gajah masih ada di Jl Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Kebungson. Gedung rumah berarsitektur kolonial Belanda dan patung gajah mungkur masih menjadi ikon bangunan kuno kota lama di kota Gresik.

Dari terkenalnya rumah Gajah Mungkur, Raja Paku Buwono X berkunjung ke Gresik pada tahun 1927 untuk kerjasama pengiriman batik ke Solo. Saat itu orang solo sudah kesini untuk kerja sama soal pengiriman batik dari Gresik ke Solo. Sejarah Batik Gresik yang pernah jaya sekarang tinggal nama. Hanya beberapa orang yang meneruskan membuat batik.

Bahkan, gedung dan tempat membatik zaman dulu saat ini hanya tinggal nama dan menjadi tempat pendidikan anak dan hotel. Dulu kedua tempat itu pusat kerajinan batik. Ketika itu pelajaran membatik diajarkan oleh seorang tokoh agama yaitu Syahid Ali Murtadho alias Raden Santri yang sampai saat ini dikenang dengan nama Jl Raden Santri, samping Kantor DPRD Gresik. Terkenalnya nama Gresik yang sudah sampai ke mancanegara. Sekarang waktunya generasi muda untuk meneruskan perjuangan itu agar kesenian batik di Kota Gresik tidak hilang dan terus di kembangkan.

Source Sejarah Kerajinan Batik Gresik Batik
Comments
Loading...